//5T4T3
home

Latest Post

CEO Tokopedia Optimis BI Akan Izinkan Tokocash

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia, William Tanuwijaya mengaku optimis layanan fitur isi ulang uang elektronik milik Tokopedia yakni TokoCash akan mendapatkan perizinan dari Bank Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini proses perizinan di Bank Indonesia masih terus berjalan.

“Prosesnya terus berjalan, kami optimis karena kan misinya juga melakukan mendorong gerakan nasional nontunai sama seperti misi Tokopedia,” ujar William di Kantor Pusat JNE, Tomang, Jakarta Barat, Senin (16/10/2017).

Menurutnya, persoalan izin dari Bank Indonesia selaku regulator hanya sebatas proses waktu saja. “Jadi kerja sama antara Tokopedia dan regulator ini hanya masalah waktu,” terang William.

Kendati demikian, William menegaskan, tak semua layanan dari TokoCash dibekukan oleh regulator. Selain fitur top up, seluruh fitur TokoCash seperti transaksi, cashback dan refund, tetap berfungsi seperti biasa.

“TokoCash masih terus berjalan, yang tidak bisa kan (dibekukan) hanya fitur top up-nya,” paparnya.

https://www.tokopedia.com/ichabela

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menghentikan sementara fitur isi ulang uang elektronik TokoCash yang diterbitkan oleh e-commerce Tokopedia. Penghentian sementara ini lantaran perizinan masih dalam proses dan belum final.

William menyatakan, pihaknya berharap TokoCash akan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat Indonesia sekaligus mendorong suksesnya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Iklan

5T4T3

  • Bisnis.com, PADANG—Pemerintah masih mengkaji sejumlah opsi pendanaan untuk pembangunan tol Trans Sumatra ruas Padang – Pekanbaru. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan skema pembangunan jalan bebas hambatan yang menghubungkan provinsi Sumatra Barat dan Riau itu masih digodok pemerintah. “Ini [tol Padang-Pekabaru] sedang kami carikan pendanaannya. Saya sudah bicarakan dengan JICA Jepang dan minggu lalu timnya sudah datang melakukan survei,” katanya di Padang, Senin (28/8) malam. Menurutnya, pemerintah masih pertimbangkan soal pendanaan untuk pembangunan ruas tol sepanjang 240 kilometer tersebut. Basuki menyebutkan selain menggunakan opsi pinjaman melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), pembangunan tol Padang – Pekanbaru bisa pula didanai lewat skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). “Jika pakai skema KPBU ditugaskan Hutama Karya, atau Jepang membuat komponennya yang mahal saja,” ujarnya. Dia mengungkapkan tim dari Jepang, akan datang pada 5 September 2017 untuk membahas rencana pembangunan jalan tol tersebut. Basuki menuturkan untuk ruas Padang – Pekanbaru akan digeser agar tidak banyak melakukan pembebasan lahan. Sehingga, pembangunan jalan juga dilengkapi terowongan untuk memangkas jarak karena tofografi wilayahnya yang sulit. Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno mengatakan untuk pembangunan tol ruas Padang – Pekanbaru, pihaknya sudah menyiapkan seluruh persyaratan untuk pembangunan jalan bebas hambatan yang menghubungkan jalar barat dan timur Sumatra itu. “Sebagian syarat yang diperlukan seperti trase, analisis dampak lingkungan (Amdal), dan Desain Engineering Detail (DED) sudah ada,” ujarnya. Dia mengakui pembangunan tol sepanjang 240 km itu sempat tidak memiliki kejelasan, karena tidak adanya investor yang mampu berinvestasi di rute itu. Padahal, jalan penghubung Sumbar-Riau dibutuhkan untuk meningkatkan mobilitas kedua daerah, sekaligus menjadi penghubung antara jalur timur Sumatra yang menjadi rute utama Trans Sumatra dengan wilayah barat. Irwan menjanjikan Pemrov Sumbar akan mempercepat penyelesaian pembebasan lahan dan persyaratan lainnya agar pembangunan jalan tol tersebut bisa segera dilaksanakan. Untuk ruas Padang – Pekanbaru, tahap I akan dimulai dari Padang – Sicincin sepanjang 27 km dan Pekanbaru – Kampar sepanjang 17 km. Pemprov Sumbar mengklaim untuk ruas Padang – Sicincin sudah dilakukan pembebasan lahan 17 km dari Duku ke Sicincin (Kab Padang Pariaman). Bahkan sudah dilakukan pengerasan, termasuk pembangunan empat jembatan penghubung. Ruas itu hanya perlu pembebasan lahan untuk perluasan dari 36 meter menjadi 60 meter. Sisanya pembebasan dari jalur By Pass Padang hingga Duku sepanjang 10 km. Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumbar Ramal Saleh menilai pembangunan tol Padang – Pekanbaru memiliki dampak besar bagi peningkatan ekonomi kedua daerah. “Ini erat kaitannya dengan investasi. Kalau infrastrukturnya bagus, investor akan percaya untuk berinvestasi,” katanya. Dia mengatakan kehadiran jalan bebas hambatan tersebut, selain memperpendek waktu tempuh, juga membuka konektivitas antara timur dan barat pulau Sumatra. Tag : proyek tol Editor : Miftahul Ulum

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.305 pengikut lainnya

Arsip

Blog Stats

  • 395,666 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: