//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

SEGO KUCING HOUSE OF RAMINTEN JOGJAKARTA

Yogyakarta – Beberapa bulan terakhir ini, anak-anak muda Yogyakarta akan merasa sangat “gaul” kalau sudah berhasil menginjakkan kaki ke kafe yang satu ini: The House of Raminten. Tidak heran bila Raminten selalu ramai dari pagi hingga malam. Bahkan, semakin malam semakin gayeng.

Raminten adalah alter-ego dari Mas Hamzah, pemilik kafe ini, yang popularitasnya di Yogya sudah melebihi selebritas. Mas Hamzah juga memiliki Batik Mirota yang laris-manis karena pendekatan marketing-nya yang hebat. Di sebuah stasiun TV lokal, Mas Hamzah memerankan Raminten dan makin ramai dikenal orang.

The House of Raminten adalah sebuah rumah gedongan di daerah elite Yogyakarta dengan arsitektur kolonialis-tropis awal abad ke-20, yang kemudian “disulap” menjadi kafe. Sebagian tamu bisa duduk di kursi, sebagian lagi duduk lesehan – cara kongkow khas Yogyakarta. Untuk menguatkan nuansa rumah lawas, dekorasi kafe ini juga dibuat djadoel (djaman doeloe). Ada papan dengan tulisan sama yang diletakkan di beberapa sudut strategis, berbunyi: “Kami ini semua lulusan SLB. Kalo agak lama harap maklum karena kami kenthir.”

Tidak paham? Ini memang guyonan yang cultural-bound. Kalau bukan orang Jawa, agak sulit memahaminya. SLB adalah Sekolah Luar Biasa – yaitu sekolah untuk para tuna grahita. Kenthir adalah colloquial dalam budaya keseharian orang Jawa untuk menyebut orang yang kurang waras. Ya, namanya juga olok-olok. Untungnya para pengurus SLB tidak memprotes papan warning ini.

The House of Raminten agaknya memang “dibangun” dengan konsep lucu-lucuan bagi kaum muda Yogyakarta. Dengan kata lain, silakan serap dulu folklorik Yogyakarta, maka Anda baru akan bisa menikmati lucunya The House of Raminten.

Kostum para pramusaji-nya pun mengikuti konsep lucu-lucuan itu. Mirip pakaian adat masa lalu, tetapi dengan sentuhan modis. Tidak ketinggalan aksesori alat komunikasi tanpa kabel untuk meneruskan pesan langsung ke dapur – teknologi yang tentunya ikut memberi sentuhan mengejutkan bagi para tamu Raminten.

Daftar menu-nya juga lucu. Sate lilit disebut satelit. Mendoan ditulis mendoang. Hotstone steak diterjemahkan menjadi maheso selo gromo. Memang, banyak juga yang harus melewati proses kernyit dahi beberapa menit sebelum paham maknanya. Apa itu sego kucing single tante? Lalu, kalau double/triple pakte apa pula? Bagusnya, ditawarkan dengan harga terjangkau. Steak “cuma” Rp 20 ribu. Berbagai wedang dibandrol Rp 3-9 ribu. Ada juga berbagai jamu godog.

Sajian populer Raminten adalah sego kucing – sekepal nasi dengan sambal dan sejumput lauk – yang harganya antara Rp 1-3 ribu. Tentu saja, karena pengunjungnya bukan kucing, melainkan anak-anak priyayi, sego kucing harus didampingi lauk-pauk yang dijual terpisah. Ada berbagai macam sate (Rp 2-4 ribu per tusuk) – seperti: ayam, ati-ampla, usus ayam, telur burung puyuh, kerang, paru-paru sapi, dan lain-lain.

Selain sego kucing, sajian populer Raminten adalah mi goreng, nasi goreng, bubur ayam, dan nasi liwet. Pokoknya, sajian murah-meriah yang cocok untuk lesehan sambil gojegan, dengan latar belakang klenengan Jawa. Ada juga beberapa tamu yang datang sendiri dan menikmati kesendiriannya bersama fasilitas WiFi untuk mengunduh email sambil “cuci mata”. Ah, siapa tahu nanti ada mahasiswi bening yang bakal menyapa. He he he.

The House of Raminten
Jl. F.M. Noto 7
Kota Baru, Yogyakarta
0274 547315

Sajian populer Raminten adalah sego kucing

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

4 thoughts on “SEGO KUCING HOUSE OF RAMINTEN JOGJAKARTA

  1. saya begitu kagum dengan the house of raminten ketika saya berwisata ke jogja melintasi cafe raminten ini langsung penasaran untuk mencicipi hidangan khas jawa ini,pas masuk pun atsmosfir nuansa jjawa kuno nya saya rasakan begitu kental,saya memesan makanan yg unik-unik dengan piring saji yg begitu besar di tambah es dawet dengan porsi gelas raksasa sensasi buah melon yg unik dalam penyajian nya,dengan harga relatif murah,saya sangat puas dengan pelayanan dan nuansa jawa yg di sajikan di cae the house of raminten.salam popon jakarta

    Posted by popon / khayrul | 8 Juni 2012, 7:18 am
  2. SEGO KUCING HOUSE OF RAMINTEN ini cafe apa angkringan gan? makasih

    Posted by xintia | 8 Maret 2016, 3:25 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: HOUSE OF RAMINTEN « KULINER NUSANTARA - 23 Oktober 2012

  2. Ping-balik: THOR de Jogja… | motorrio - 20 Februari 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 362,187 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: