//5T4T3
archives

PATRIOTISME SAYA

This category contains 743 posts

CEO Tokopedia Optimis BI Akan Izinkan Tokocash

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia, William Tanuwijaya mengaku optimis layanan fitur isi ulang uang elektronik milik Tokopedia yakni TokoCash akan mendapatkan perizinan dari Bank Indonesia. Menurutnya, hingga saat ini proses perizinan di Bank Indonesia masih terus berjalan.

“Prosesnya terus berjalan, kami optimis karena kan misinya juga melakukan mendorong gerakan nasional nontunai sama seperti misi Tokopedia,” ujar William di Kantor Pusat JNE, Tomang, Jakarta Barat, Senin (16/10/2017).

Menurutnya, persoalan izin dari Bank Indonesia selaku regulator hanya sebatas proses waktu saja. “Jadi kerja sama antara Tokopedia dan regulator ini hanya masalah waktu,” terang William.

Kendati demikian, William menegaskan, tak semua layanan dari TokoCash dibekukan oleh regulator. Selain fitur top up, seluruh fitur TokoCash seperti transaksi, cashback dan refund, tetap berfungsi seperti biasa.

“TokoCash masih terus berjalan, yang tidak bisa kan (dibekukan) hanya fitur top up-nya,” paparnya.

https://www.tokopedia.com/ichabela

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menghentikan sementara fitur isi ulang uang elektronik TokoCash yang diterbitkan oleh e-commerce Tokopedia. Penghentian sementara ini lantaran perizinan masih dalam proses dan belum final.

William menyatakan, pihaknya berharap TokoCash akan dapat dinikmati lebih banyak masyarakat Indonesia sekaligus mendorong suksesnya Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Iklan

Sayembara Rp.1 Milyar Setya Novanto

setnov

13 Maret, 2017dibaca normal 2 menit
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo justru menanggapinya dengan santai dan enggan menggubrisnya secara serius.

tirto.idKetua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto atau yang akrab disapa Setnov mengeluarkan ‘sayembara’ yang menantang akan memberikan uang senilai Rp1 milyar kepada siapa saja yang bisa membuktikan dirinya terlibat korupsi e-KTP yang diduga merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu.

Terkait dengan itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo justru menanggapinya dengan santai dan enggan menggubrisnya secara serius.

“Ini ya tanggapan saya ya. Kalau ruginya triliunan kok hanya ngasih Rp1 miliar,” kata Agus di Gedung KPK Dwi Warna, Jalan Kuningan Madya, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).

Agus mengatakan bahwa pihaknya tidak mencari pengakuan atas kasus ini, karena telah memiliki bukti nyata atas keterlibatan pihak-pihak yang telah dimunculkan dalam sidang dakwaan Irman dan Soegiharto. Namun, Agus meminta kepada semua pihak agar bersabar sampai gelar pekara dilakukan.

Agus juga menyatakan kemungkinan akan ada penetapan tersangka berikutnya oleh KPK. Kendati demikian, KPK meminta semua pihak khusyuk menyaksikan episode selanjutnya dalam agenda sidang yang akan dilakukan di minggu ini.

“Nanti gelar perkara kita akan ungkap semuanya. Sekarang ya nanti diikuti saja proses pengadilan dulu. KPK memiliki informasinya banyak sekali. Jadi yang saya tekankan informasi yang dari Pak Nazarudin hanya satu padahal kita periksa 274 saksi ya kan,” ungkap Agus Rahardjo.

Agus juga memastikan dalam penanganan pengungkapan fakta kasus E-KTP tentu saja tidak dilakukan seorang diri. KPK juga menggandeng mitra pencari bukti lainnya yakni PPATK juga instansi penegak hukum di luar negeri.

Menanggapi kinerja KPK yang konsen mengungkap pihak-pihak yang terlibat pasca gelar perkara, Indonesian Corruption Watch (ICW) mengapresiasi kinerja tersebut.

“Ya kita tunggu saja siapa nama-nama yang terlibat. Apakah sesuai dengan fakta sidang atau bagaimana. Lagi pula kalau benar terlibat tidak mungkin uang Rp1 miliar itu akan dikasih. Toh sudah ada kan dulu akan menggantung diri di Monas tidak terlaksana. Yang jelas ini adalah bukti bahwa KPK serius menangani kasusnya,” kata Anggota Divisi Investigasi dan Publikasi Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satrya Langkun.

Menurut Tama, keberanian KPK tak lain karena adanya restu dari Presiden Joko Widodo untuk menuntaskan kasus e-KTP. Oleh karena itu, KPK sekarang berani menunjukkan taringnya, sekalipun adanya ancaman pengubahan banyak poin dalam Revisi Undang-Undang KPK Nomor 30 Tahun 2012 tersebut.

“Saya rasa kenapa lebih berani bersikap tak lain karena sudah mendapatkan restu Presiden. Jadi kalau sudah ada intervensi tentu saja KPK tak ada lagi kebimbangan KPK,” jelas Tama S Langkun.

Sebelumnya KPK telah mengantongi indikasi keterlibatan nama-nama sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek E-KTP. Diantaranya, Ketua DPR Setya Novanto yang pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkat periode 2011-2012. Nama lain yang juga yang terlibat adalah mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Ada juga nama anggota Komisi II DPR dari F-PDIP periode 2004-2009 dan 2009-2013 Ganjar Pranowo yang kini menjadi Gubernur Jawa Tengah. Nama lainnya adalah mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR M Jafar Hafsah. Selain itu ada nama Bendahara Umum PDI P yang kini menjadi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambe.

Nama lain juga ada nama mantan pimpinan Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa. Ketua Komisi II tahun 2009-Januari 2012 Chairuman Harahap. Ada juga nama mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan masih banyak daftar nama lainnya yang disinyalir 70 diantaranya berasal dari partai politik bahkan lebih.

Sayangnya hingga kasus ini bergulir, baru dua orang saja yang ditetapkan tersangka dan kini menjadi terdakwa kasus tersebut, yakni Irman dan Sugiharto. Keduanya dijerat atas pelanggaran Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Baca juga artikel terkait KORUPSI E-KTP atau tulisan menarik lainnya Dimeitry Marilyn

(tirto.id – mey/ale)

PTPP Janjikan Bagi Deviden 30%

Jumat, 03/03/2017
PTPP Janjikan Bagikan Dividen 30% PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berkomitmen untuk memberikan apresiasi kepada pemegang sahamnya melalui pembayaran dividen.Direktur PTPP, Agus Pubrianto mengatakan, selaku pemegang saham mayoritas pemerintah melalui Kementerian BUMN meminta besaran dividen sekitar 30% dari total laba bersih yang diperoleh PTPP pada akhir tahun 2016.”Dividen diminta Kementerian sekitar 30% dari perolehan laba 2016. Setelah nanti disetujui, kami akan langsung menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST),” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan pada tahun lalu berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan raihan laba bersih PTPP pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 740,2 miliar.Disebutkan, kenaikan laba bersih ini membuktikan bahwa PTPP konsisten untuk terus berupaya meningkatkan laba bersihnya secara terus menerus sejak tahun 2012 dimana rata-rata pertumbuhan laba bersih PTPP selalu tumbuh di atas 30% setiap tahunnya.

Jika pay or ratio dividen yang diusulkan PTPP sekitar 30% dari laba 2016, artinya dividen yang dibagikan kali ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 20% dari laba atau sekitar Rp 148 miliar (Rp 30,58 per saham). Dan dapat diasumsikan kalau dividen yang akan dibayarkan PTPP ke pemegang sahamnya sekita Rp 306 miliar. (bani)

Perlu Didorong Star Up Baru Di Kampus

jack ma

jack ma

NERACA

Jakarta – Angka pengangguran lulusan Universitas dinilai masih cukup tinggi. Karenanya perlu didorong potensi wirausaha di kalangan mahasiswa agar ketika lulus, mahasiswa sudah memiliki modal untuk berwirausaha.

Melihat hal ini, Direktur CEDeS (Centre for Economic and Democracy Studies) Indonesia, Zaenul Ula mengatakan perlunya sinergi yang tidak hanya dilakukan masyarakat, dan komputer, tetapi juga pemerintah.“Harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kampus untuk mendorong pertumbuhan startup-starup baru di kampus,” ujar Zaenul pada acara “Mentoring Wirausaha Muda Kampus 2017” di Kampus II UIN Ciputat, Tangerang Selatan, 22-23 Februari 2017.

Menurut Zaenul, saat ini angka pengangguran lulusan perguruan tinggi relatif besar. Tahun 2015, dari total 7,56 juta pengangguran, sebanyak 12 persen atau sekitar 900 ribu merupakan lulusan perguruan tinggi.

“Data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebut, angka pengangguran pada periode Agustus 2014 sampai Agustus 2015 meningkat cukup besar, yaitu 320 ribu jiwa,” ungkap Zaenul.

Menurut dia, hal ini terjadi bukan karena kebijakan pemerintah dalam meningkatkan relevansi antara job seeker versus job creator gagal. Namun, problem dunia pendidikan yang dinamis, di atas ledakan demografi penduduk, membuat kebijakan pemerintah tersebut kurang berdampak.

Untuk itu, CEDeS bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar mentoring di kampus-kampus untuk menggali potensi wirausaha muda di kalangan mahasiwa. Mentoring di Kampus UIN Ciputat merupakan mentoring kelima yang telah dilakukan.

Pada even tersebut, beberapa pengusaha muda dihadirkan sebagai mentor, antara lain Achmad Zaky, founder Bukalapak.com; M. Asmui Kammuri, CEO Javapuccino Group; Andreas Senjaya, CEO i-Grow, dan tim motivator bisnis dari CEDeS Indonesia.

Pada acara yang dibuka oleh Asisten Deputi Kewirausahaan Kemenpora, Ponidjan Puspodiharjo, hadir sebagai peserta mentoring adalah para mahasiswa perwakilan dari 14 kampus negeri dan swasta se-Jabodetabek. Mohar

sarjana-nganggur

Bank Andalkan KTA Untuk Kredit Konsumer

renautkwid-5t

JAKARTA. Industri perbankan masih berharap besar pada kredit konsumsi. Di lini bisnis ini, perbankan berambisi menggenjot kredit tanpa agunan (KTA).
Tengok saja Bank Negara Indonesia (BNI). Bank pelat merah ini membidik pertumbuhan KTA hampir dua kali lipat atau sebesar 71% di tahun ini.

Direktur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tahun lalu, KTA BNI Fleksi tumbuh dua kali lipat secara tahunan mencapai Rp 9,8 triliun. “Kenaikannya sebesar Rp 6 triliun di tahun lalu dari posisi Desember 2015 sekitar Rp 3 triliun,” ujar Anggoro kepada KONTAN, Selasa (28/2).

Dengan kata lain, BNI membidik target penyaluran KTA di 2017 mencapai sekitar Rp 16 triliun.

Setali tiga uang, Direktur Konsumer CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, tahun ini CIMB Niaga percaya diri KTA CIMB Niaga dapat tumbuh di atas 10% alias dobel digit. Keyakinan ini berdasarkan pencapaian tahun lalu di mana KTA tumbuh lebih dari 20%.

Penguasa pasar KTA pun membidik target tinggi. Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengincar pertumbuhan kredit di atas 12%. Di bisnis ini, BRI memaksimalkan jaringan nasabah yang gemuk dalam skema KTA kepada karyawan perusahaan (payroll).

Gambaran saja, kredit payroll menyumbang 78% terhadap kredit konsumer BRI. Tahun 2016, kredit payroll BRI naik 12,51% menjadi Rp 78,2 triliun dari Rp 69,5 triliun.

Bidik payroll

Strategi serupa ditempuh BNI dan CIMB Niaga. Anggoro menyatakan, penyaluran KTA ke nasabah payroll meminimalisir kredit bermasalah (NPL). “Payroll BNI sudah banyak. Kami fokus ke nasabah payroll jadi NPL bisa terjaga,” tambahnya.

Adapun saat ini tercatat jumlah nasabah payroll BNI sudah mencapai 1,7 juta nasabah. Meski begitu, penetrasi KTA baru sekitar 17% dari total nasabah payroll.

Dengan kata lain, baru sekitar 200.000 sampai 300.000 nasabah payroll yang mengambil KTA. Sisanya sebanyak 700.000 dari nasabah payroll dianggap eligible menerima KTA.

Meski memasang target ambisius, BNI tidak jor-joran memangkas bunga KTA. Saat ini bunga KTA BNI mulai dari 8,5% hingga 10,5% per tahun dengan tenor maksimal 10 tahun.

CIMB Niaga pun bakal memaksimalkan strategi cross selling terhadap nasabah payroll. “Suku bunga bervariasi karena kami menerapkan risk and relationship based pricing, tetapi pasti sangat kompetitif,” jelas Lani.

Sedikit berbeda, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tak punya ambisi besar di bisnis KTA. Direktur BCA Santoso Liem mengatakan bahwa perseroannya tidak fokus menyalurkan KTA. “KTA hanya sebagai suplemen produk,” ujar Santoso.

Per Desember 2016 kucuran KTA bank milik Grup Djarum ini hanya sebesar Rp 50 miliar. Sementara, Bank Mandiri menargetkan kenaikan kredit payroll 20% atau mencapai Rp 20,92 triliun di 2017. Catatan Bank Mandiri, dari 2,5 juta nasabah payroll, baru 800.000 nasabah yang telah digarap bisnis KTA.

Arsip

Blog Stats

  • 399,269 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: