//5T4T3
archives

moneydreams

This category contains 13 posts

Prospek BUMI semakin Jelas

bumi

bumi

JAKARTA. Kilau prospek fundamental PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepertinya kian jelas. Dimana Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 9 November 2016 lalu disepakati kreditur.

“Kami melihat ini dapat menjadi kunci utama kinerja BUMI ke depannya,” tulis Sharlita Malik, analis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (8/2).

Sejalan dengan tren harga batubara ASP (average selling price) yang jauh lebih tinggi di 2017, akan menghasilkan arus kas yang kuat dan kemampuan untuk membayar utang tranche yang dimulai pada semester kedua tahun ini.

Restrukturisasi utang yang tengah dilakukan itu juga akan mengurangi utang BUMI sebesar US$ 1,6 miliar. Sehingga, EBITDA BUMI tahun ini akan melonjak jadi US$ 847 juta dari sebelumnya US$ 247 juta untuk prediksi EBITDA BUMI2016.

Demikian pula dengan laba bersihnya. Sharlita memprediksi, laba bersih BUMItahun ini akan menyentuh US$ 275 juta. Jauh lebih tinggi ketimbang periode 2016 yang diprediksi US$ 77 juta.

Kemarin, sekitar 99.96% pemegang saham juga menyetujui melakukan right issue V sebesar 37.8 miliar lembar saham dengan pelaksanaan di harga Rp 926 per saham. Pelaksanaan aksi korporasi ini paling lambat 30 Juli 2017.

Namun, perlu dicatat, aksi korporasi ini memberikan efek dilusi sebesar 50,8% terhadap pemegang saham lama yang tak mengambil haknya dalam HMETD tersebut.

Sharlita mempertahankan rekomendasi buy BUMI dengan target harga Rp 608 per saham dengan 31% potential upside. Target harga tersebut merefleksikan P/E 10.8x.

Ia juga mengingatkan, ada dua resiko yang juga perlu menjadi pertimbangan. “Penurunan harga batubara dan peningkatan tata kelola perusahaan yang tidak se3suai ekspektasi pasar,” pungkasnya.

Iklan

Belajar Dari Lo Kheng Hong

LKH

LKH

Lo Kheng Hong (LKH), investor saham sukses yang sering dijuluki Warren Buffett dari Indonesia, kembali meraup untung besar. Ia membeli banyak saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ketika harganya sedang terkapar di tanah, yakni di Rp 50, pada Agustus 2015. Ketika mayoritas investor lain tidak tertarik dan takut mengoleksi saham perusahaan batubara yang pernah jadi perusahaan dengan nilai terbesar di Bursa Efek Indonesia ini, LKH justru bertindak sebaliknya. (http://investasi.kontan.co.id/news/lo-kheng-hong-meraUp-angpao-besar-dari-bumi).

Saya teringat pertengahan tahun lalu Harian KONTAN memuat hasil wawancara terhadap beberapa analis dan investor saham mengenai strategi memilih saham. LKH dengan mantap mengatakan, belilah saham yang sedang tidak diminati orang banyak. Waktu itu sektor pertambangan, khususnya batubara, sedang dihindari.

Tidak sampai satu tahun, harga saham sejuta umat BUMI yang legendaris ini (ia pernah terbang tinggi hingga kisaran Rp 8.000, lalu jatuh kembali ke ratusan rupiah dalam waktu sekejap) mulai bergerak naik. Seiring melonjaknya harga batubara dan keberhasilan restrukturisasi utang BUMI, harga saham BUMI meroket, menyentuh harga Rp 500 pada akhir Januari 2017. Keuntungan hampir 900% diraUp hanya dalam waktu beberapa bulan.

Tidak hanya sekali ini LKH meraup keuntungan besar di bursa saham. Ia, misalnya, pernah membeli saham PT United Tractors Tbk (UNTR) pada saat krisis moneter 1998 dan menjualnya enam tahun kemudian ketika harganya sudah naik 60 kali lipat!

Saya beruntung bisa mengenal dan bersahabat dengan LKH. Sejak 2012, setiap semester LKH rajin berbagi kiat dan pengalaman investasinya kepada mahasiswa di Universitas Prasetiya Mulya. LKH dengan senang hati menerima setiap undangan saya untuk menjadi dosen tamu di kelas investasi yang saya asuh.

LKH, sebagaimana diketahui masyarakat pasar modal, telah memiliki saham BUMI sebelum harga sahamnya terpuruk di titik nadir. Ia tetap sabar dan percaya suatu ketika harga saham BUMI akan kembali menguat jika harga batubara membaik dan BUMI bisa selamat dari ancaman kegagalan bayar utang.

Ia bercerita, saat harga saham BUMI nyangkut di gocap, banyak rekannya yang menanyakan, Hong, bagaimana kabar BUMI? LKH menjawab dengan santai dalam bahasa Inggris, The game is not over yet, dan kadang ia menjawab dalam bahasa Mandarin yang artinya, Masih ada harapan. Ternyata memang dia membuktikan, seperti di film kungfu, bahwa jagoan boleh kalah dulu, tapi pada akhirnya pasti menang.

Mengenal LKH cukup dekat selama empat tahun terakhir ini, saya bisa menyimpulkan beberapa faktor kunci keberhasilan LKH. Pertama, ia memiliki guru yang hebat, yakni Warren Buffett, investor saham Amerika Serikat, yang berhasil menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Ia memiliki 40-an buku tentang Warren Buffett, yang ia baca berulang-ulang. Ia sampai hafal di luar kepala petuah dan prinsip investasi Warren Buffett. LKH adalah murid yang disiplin. Ia bertindak dan bergaya hidup mirip Warren Buffett. LKH, misalnya, selalu mengikuti prinsip Buffett, be greedy when the others are fearful.

Kedua, Ia yakin dengan pilihan jalan saham untuk mencapai kesejahteraan finansial. LKH pernah bilang, investor saham bisa menjadi orang terkaya di dunia. Contohnya? Ya, Warren Buffett. Ia tidak tertarik instrumen investasi lain seperti deposito, emas atau obligasi. Baginya stock is the best investment alternative. Perlu dicatat bahwa LKH bukan seorang trader saham yang sibuk bertransaksi selama berjam-jam, harian atau mingguan. Ia adalah investor saham jangka panjang. Trading saham dapatnya uang receh, kalau investasi dapatnya uang besar, kata LKH sembari tersenyum.

Ketiga, LKH punya kemampuan menganalisis fundamental saham. Setiap semester saya selalu menemani LKH mengajar di kelas. Kami juga sering berdiskusi tentang saham ini dan itu. Kesan saya, LKH mirip kamus saham Indonesia berjalan. Ia amat paham kondisi sebagian besar perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Harap maklum, hobi LKH setiap hari adalah duduk berjam-jam di taman rumahnya yang asri sembari membaca empat harian bisnis dan ekonomi, serta laporan keuangan perusahaan. Buy what you know, know what you buy, kata LKH.

Keempat, seperti Warren Buffett, LKH setia dengan pilihan gaya dan strategi investasi value investing. Ia mencari perusahaan yang salah harga di bursa efek. Strateginya adalah membeli saham perusahaan yang bagus dengan harga murah. Kemudian ia simpan, menunggu dengan sabar, sampai suatu hari pasar sadar bahwa harga saham itu terlalu murah dan kembali naik ke harga wajarnya.

Untuk mengetahui harga saham murah atau mahal, Lo kheng Hong menggunakan indikator price to earning ratio (PER) saham. Menurut LKH, yang reasonable untuk dibeli adalah saham yang PER-nya di bawah lima kali. Saham tersebut sangat menarik dan potensial salah harga (underpriced). Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali. Artinya, menemukan saham bagus yang salah harga itu tidak mudah. Perlu keahlian, pengalaman, kebijaksanaan dan kadang intuisi.

Terakhir, LKH punya keberanian untuk membeli saham yang dihindari oleh kebanyakan investor. Seperti Warren Buffett, dalam memilih saham, berpikirlah secara independen, tidak tergantung apa kata atau tindakan orang lain.

Jika Anda merasa lelah dan kurang puas dengan hasil berspekulasi saham secara jangka pendek, mengapa tidak mencoba belajar dari LKH?

by lucas setia atmaja

Investor Was-Was Kebijakan Trump, Bursa Eropa Tumbang

A display shows the German Stock Market Index DAX graph at the stock exchange in Frankfurt, Germany, on February 9, 2016. / AFP / DANIEL ROLAND

A display shows the German Stock Market Index DAX graph at the stock exchange in Frankfurt, Germany, on February 9, 2016. / AFP / DANIEL ROLAND

London– Bursa saham Eropa pada perdagangan Selasa (31/1) sore atau Rabu dini hari WIB ditutup melemah di tengah perhatian investor terhadap data ekonomi dan pendapatan emiten serta terus mengamati kebijakan imigrasi Presiden AS Donald Trump.

Pada perdagangan Selasa, indeks FTSE di Inggris ditutup melemah sebesar 19,33 poin atau anjlok 0,27 persen ke kisaran 7.099,15. Indeks DAX di Jerman ditutup berkurang 146,58 poin atau turun 1,25 persen ke kisaran 11.535,31. Sedangkan, indeks CAC 40 di Prancis ditutup melemah sebesar 35,74 atau anjlok 0,75 persen ke level 4.748,90.

Sejauh ini kebijakan imigrasi Donald Trump yang melarang warga negara dari beberapa negara di kawasan Timur Tengah menuai protes di dalam negeri AS dan juga di sejumlah negara lainnya.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent di pasar berjangka Eropa pada perdagangan Selasa ditutup menguat 1,03 persen ke kisaran US$ 55,80 per barel dan minyak mentah AS, WTI, ditutup menguat 1,29 persen ke kisaran US$ 53,32 per barel.

 

Grup Bakrie Kuasai Saham Dengan Nilai Perdagangan Terbesar

bakrie

Ilustrasi Bumi Resources Tbk (Istimewa)

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini Selasa (31/1) melemah 3,7 poin (0,07 persen) ke level 5.298,9. Emiten saham grup Bakrie kembali menguasai transaksi dengan kategori nilai perdagangan terebsar sore ini.

Mayoritas pergerakan sektor saham melemah dengan penurunan terdalam saham sektor industri dasar sebesar 0,6 persen disusul konsumsi sebesar 0,5 persen. Sementara sektor saham yang menguat di antaranya aneka industri 0,8 persen.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah Beritasatu.com, saham yang menempati jajaran teratas paling besar nilai perdagangannya (top value) hingga penutupan pukul 16.00 WIB adalah:

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 567 miliar. Saham BUMI naik Rp 4 (0,8 persen) menjadi Rp 498.
2. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan nilai perdagangan Rp 330 miliar yang naik Rp 1 (1,2 persen) mencapai Rp 82.
3. PT Hanson International Tbk (MYRX) sebesar Rp 300 miliar yang turun Rp 2 (1,3 persen) mencapai Rp 152.
4. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dengan nilai perdagangan Rp 237 miliar yang naik Rp 7 (11,3 persen) mencapai Rp 69.
5. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak Rp 225 miliar yang naik Rp 10 (0,3 persen) mencapai Rp 3.870.
6. PT Bumi Mineral Resources Tbk (BRMS) senilai Rp 1693 miliar yang turun Rp 2 (1,4 persen) mencapai Rp 138.

 

BUMI Ambles, Saham Grup Bakrie Berguguran

bumi

bumi

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini Rabu (1/2) naik 33,0 poin (0,62 persen) ke level 5.327,1. Setelah kemarin sejumlah saham grup Bakrie naik signifikan, kini emiten Bakrie tergerus di zona merah.

Mayoritas pergerakan sektor saham menguat dengan kenaikan tertinggi saham sektor pertambangan sebesar 1,2 persen disusul keuangan sebesar 1,0 persen. Sementara sektor saham yang melemah antara lain agri 1,4 persen.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah Beritasatu.com, saham grup Bakrie melemah hingga penutupan pukul 16.00 WIB adalah:

  1. PT Bumi Mineral Resources Tbk (BRMS) senilai Rp 342 miliar yang turun Rp 10 (7,2 persen) mencapai Rp 148.
  2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai perdagangan Rp 216 miliar. Saham BUMI melemah Rp 24 (4,8 persen) menjadi Rp 474.
  3. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dengan nilai perdagangan Rp 214 miliar yang melemah Rp 3 (4,3 persen) mencapai Rp 66.
  4. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 162 miliar yang turun Rp 4 (4,2 persen) mencapai Rp 91.
  5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan nilai perdagangan Rp 266 miliar yang melemah Rp 3 (3,7 persen) mencapai Rp 79.
  6. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sebanyak Rp 434 miliar yang melemah Rp 1 (1,2 persen) mencapai Rp 79.
  7. PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 1,67 miliar yang stagnan di Rp 50.
arb

arb

 

Arsip

Blog Stats

  • 400,831 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: