//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

Penggadaan Buku Di Daerah Rawan Kongkalikong

buku
TEMPO.CO, Jakarta – Lemahnya peraturan tentang pengadaan buku dan gurihnya bisnis ini mengundang banyak orang yang ingin meraup untung dalam waktu singkat untuk mengadu peruntungan dengan menjadi penerbit dan penulis buku dadakan.

Mereka berburu order pengadaan buku ke daerah-daerah dan mendekati pihak sekolah agar mau membeli buku-buku yang kualitasnya meragukan karena tak pernah diseleksi oleh Badan Standardisasi Nasional Pendidikan. Inilah salah satu biang masalah berulangnya temuan buku pelajaran bermuatan pornografi di sejumlah daerah.

“Banyak guru di sekolah-sekolah lebih suka memilih buku yang ditawarkan oleh penerbit karena mereka datang ke sekolah dengan membawa iming-iming hadiah, bahkan diajak jalan-jalan ke luar negeri,” kata Ketua Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ramon Mohandas, kepada Tempo, 22 Juli 2013 lalu.

Hal ini diakui para kepala dinas pendidikan di daerah. “Sangat mungkin ada kongkalikong antara penerbit dan pihak terkait di sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumatera Selatan, Widodo, kepada Tempo, akhir Juli 2013 lalu.

Menurut Widodo, permainan kotor macam itu bisa berdampak pada mutu dan kualitas buku pelajaran yang dipegang siswa. Salah satu yang patut diwaspadai adalah proses pengadaan buku-buku pengayaan yang dilakukan oleh dinas di level kabupaten dan kota. “Padahal semua buku sudah kami sediakan, tapi tetap ada saja sekolah yang mengaku butuh buku lain untuk pengayaan,” kata Widodo. Dia mengingatkan agar proses pengadaan buku muatan lokal dan pengayaan itu tidak melanggar peraturan lebih jauh.

Di Magelang, proses pengadaan buku sekolah bahkan tengah disidik kejaksaan. Sejak 2010 lalu, jaksa tengah menelisik kemungkinan korupsi dalam proyek pengadaan buku di sana. Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Musowir, memastikan proyek buku di sana sedang bermasalah. “Ini masalah sensitif,” katanya.

Salah satu pihak yang justru rawan didekati makelar buku adalah dinas pendidikan sendiri. Pasalnya, dinas pendidikan memegang kunci pengadaan buku lewat jalur Dana Alokasi Khusus dalam APBD daerah tersebut.

Namun, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Papua, Elias Wonda, mengaku tak pernah didekati oleh penerbit buku yang mau menawarkan suap atau sogokan. “Tidak ada permainan tender di sini,” katanya. Humas Dinas Pendidikan Kalimantan Barat, Sunyata, juga membantah ada kongkalikong. “Penerbit-penerbit terkenal, kan, banyak. Kualitasnya juga sudah tidak diragukan, memang agak mahal, tetapi mutu bagus,” katanya.

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 361,855 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: