//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

‘Sulap’ Vonis Rp.185 Milyar Menjadi Rp.185 Juta, MA: Namanya Juga Manusia

ridwanmansyurarisaputra7
Jakarta – Halaman 107 putusan kasus Yayasan Supersemar menyimpan kejanggalan serius. Seharusnya tertulis dalam satu amarnya Rp 185 miliar, namun yang tertulis Rp 185 juta.

Dalam gugatannya, Kejaksaan Agung menggugat Yayasan Supersemar untuk mengembalikan USD 420 juta dan Rp 185 miliar. Namun dalam amar putusan, majelis hakim yang terdiri dari Harifin Tumpa, Dirwoto dan Rehngena Purba menghukum Yayasan Supersemar mengembalikan 75 persen dari USD 420 juta dan 75 persen dari Rp 185 juta.

Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali tidak memberikan komentar atas kasus ini. Hatta Ali menyerahkan permasalahan ini kepada Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur. Berikut wawancara detikcom dengan Ridwan di sela-sela acara di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (24/7/2013):

Apa ada hukuman untuk panitera yang salah ketik?

Itu ada peringatan keras bagi yang bersangkutan, tapi kan internal sifatnya dan menjadi catatan bagi yang bersangkutan. Kami berikan teguran keras dan kontinyu juga.

Bagaimana dengan 3 hakim agung yang memutus, apakah dipidana?

Hakim agungnya kan sudah pensiun. Halaman yang lain kan bener semua, cuma kurang 3 angka di tengah dan jaksa akan mengajukan peninjauan kembali (PK) kan dan itu cepat kok.

Sudah diakui kesalahan pengetikan. Biasanya direnvoi (diperbaiki-red). Tapi sekarang kan nggak bisa.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD bilang sering terjadi salah ketik di MA dan itu menjadi sebuah pola. Menurut Bapak?

Yah..habis bagimana namanya juga manusia. Kan juga tetap bisa direnvoi, seperti Teddy Tengko (terpidana korupsi). Tapi kan tidak ada yang dirugikan dari itu, toh ada upaya hukum yang bisa dilakukan.

Mengapa salinan putusan lama diterima para pihak?

Prosedurnya kadang panjang karena ada kekeliruan, sehingga jadi terlambat. Iya, minutasi. Itu sudah dikirim jadi enggak bisa ditarik lagi.

(asp/nrl)

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 362,187 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: