//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

Beda Bung Karno Dan Aktivis Mahasiswa Sekarang

Bung Karno Orator

Bung Karno Orator

Mahasiswa Universitas Indonesia mendampingi para pedagang kaki lima menolak penggusuran. Puncak aksinya, mereka memblokir rel di stasiun Pondok Cina, Depok. Jadwal KRL pun terganggu. Ribuan pengguna KRL Jakarta-Bogor yang tak bisa pulang pun memaki aksi para mahasiswa ini.

Para mahasiswa ini mengaku memperjuangkan rakyat kecil, para pedagang yang digusur. Tapi aksi mereka malah menyengsarakan rakyat yang lain. Ribuan pengguna KRL ekonomi pun tentunya bukan warga berada.

Bung Karno & Che Guevara

Bung Karno & Che Guevara


Mahasiswa memang selalu penuh semangat. Menjadi aktivis dan merasa memperjuangkan kebenaran selalu menarik untuk mahasiswa. Dulu Presiden Pertama RI Soekarno juga berjuang untuk kemerdekaan rakyatnya sejak masih kuliah di Technische Hogeschool Bandung (kini ITB).
Bung Karno & Marlyn Monroe

Bung Karno & Marlyn Monroe


Tapi perjuangan Soekarno semasa kuliah tentu berbeda dengan aktivis zaman sekarang. Soekarno tak pernah menyakiti rakyat, dia selalu berada di tengah rakyat kecil. Menanyakan kondisi rakyat sehingga tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya.

Saat kuliah pula Soekarno pertama kali berpidato di depan ribuan orang. Pidato-pidato Soekarno membakar semangat rakyat. Polisi rahasia Belanda pun mulai mengikuti semua gerak-gerik Soekarno. Setiap ada Soekarno, maka ribuan rakyat akan mendengarkannya dengan penuh kekaguman.

Proklamator

Proklamator


Kesibukan berorganisasi dan berpolitik membuat kuliah Soekarno terbengkalai. Kepala Technische Hogeschool Profesor Klopper pun memanggilnya. Dia memberikan wejangan yang membuat Soekarno sadar agar tidak melalaikan kuliah. Klopper tahu jika tak dibiarkan Soekarno akan larut dalam aktivitas politiknya dan tak akan bisa lulus dari sekolah teknik.
Putra Sang Fajar

Putra Sang Fajar


“Engkau harus menekuni kuliahmu. Aku tidak keberatan jika seorang pemuda mempunyai cita-cita politik, tetapi harus diingat yang pertama dan yang paling utama engkau harus memenuhi kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Engkau harus berjanji mulai hari ini tidak terlibat dalam gerakan politik,” kata Kloper seperti dikisahkan Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams.

Maka Soekarno pun berjanji menghentikan aktivitas politiknya sementara waktu. Dia juga berjanji untuk tidak berpidato di depan massa yang akan membuat dirinya berurusan dengan polisi.

“Ya profesor. Anda dapat memegang janjiku,” kata Soekarno.

Maka Soekarno menepati janjinya. Dia diwisuda tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Ingenieur. Saat itu dari ratusan siswa, hanya ada dua lulusan inlander.

Ketika lulus, lagi-lagi Klopper memberi wejangan pada Soekarno yang diingatnya seumur hidupnya.

“Ir Soekarno, ijazah ini suatu saat dapat robek dan hancur menjadi abu. Dia tidak abadi. Ingatlah, bahwa satu-satunya yang abadi adalah karakter dari seseorang. Kenangan terhadap karakter itu akan tetap hidup sekalipun dia mati.”

Soekarno telah lulus, tak ada yang kewajiban yang menghalanginya untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Maka pengalaman semasa mahasiswa kelak sangat berpengaruh pada pembentukan karakter sang putra fajar yang mengantar Indonesia ke gerbang kemerdekaan.

Soekarno-Soeharto

Soekarno-Soeharto


[ian]

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 362,187 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: