//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

JOGGING JADI OBAT DEPRESI YANG AMPUH

TEMPO.CO, Jakarta – Berjalan kaki di taman bisa mengatasi depresi, demikian diungkapkan para ahli. Penelitian terbaru ini dilakukan untuk mengetahui apakah berjalan kaki secara alami bisa meningkatkan mood seseorang yang mengalami depresi klinis.

Para ilmuwan juga mengetes teori yang dikembangkan dalam ilmu kognitif yang dikenal sebagai Attention Restoration Theory (ART) yang menyatakan bahwa orang akan berkonsentrasi lebih baik setelah meluangkan waktu di alam terbuka atau melihat pemandangan alam.

Menurut ART, mereka yang berada di tempat yang tenang tidak dibombradir dengan gangguan eksternal yang “membajak” sistem perhatian dan memori kerja mereka. Sebagai akibatnya, otak merasa rileks dan memasuki masa kontemplasi yang membantu mengembalikan kapasitas kognitif.

Seperti diberitakan Daily Mail, untuk penelitian ini sebanyak 20 orang yang mengalami depresi klinis–-terdiri dari 12 wanita dan delapan pria dengan rata-rata usia 26 tahun-–mengambil bagian dalam eksperimen yang melibatkan kegiatan berjalan kaki di area alam yang tenang maupun di daerah kota yang bising.

Dalam tulisan di Journal of Affective Disorders, Dr Marc Berman dari Rotman Research Institute di Kanada yang memimpin penelitian itu mengatakan, “Hasil studi kami menunjukkan bahwa partisipan dengan depresi klinis menunjukkan peningkatan kemampuan memori setelah berjalan kaki di alam dibandingkan dengan berjalan kaki di lingkungan kota yang bising.” Ia menambahkan bahwa “Berjalan kaki di alam kemungkinan bertindak sebagai suplemen atau pendorong pengobatan yang sedang berlangsung untuk depresi klinis.”

Sebelum berjalan kaki, partisipan dites terlebih dulu guna mengetahui status mood dan kognitif mereka. Partisipan juga diminta untuk berpikir mengenai masalah yang berat yang tidak terselesaikan. Lalu mereka diminta berjalan kaki selama satu jam di taman yang penuh dengan pepohonan maupun berjalan-jalan di sepanjang jalan yang ramai. Setelah menyelesaikan jalan kaki mereka diminta untuk melengkapi tes mental lain guna mengukur perhatian mereka dan memori kerja jangka pendek.

Seminggu kemudian, partisipan mengulang lagi eksperimen tersebut, tetapi kali ini mereka berjalan kaki di lokasi yang tidak mereka kunjungi pada tes pertama.

Karena karakter orang yang depresi ditandai dengan perenungan tingkat tinggi dan berpikir negatif, para ilmuwan menilai skeptis berjalan kaki di taman bisa memberikan manfaat. Namun hasil penelitian menunjukkan, mood mereka meningkat secara signifikan dalam kedua jenis percobaan berjalan kaki tersebut.

Pada 2008, penelitian lain yang dilakukan oleh Dr. Berman menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidak terdiagnosis dengan penyakit apapun mengalami peningkatan kemampuan mental setelah berjalan kaki selama satu jam di taman yang penuh pepohonan. Kemampuan memori dan perhatian mereka setelah dites meningkat hingga 20 persen dibandingkan setelah berjalan kaki selama satu jam di lingkungan kota yang bising.

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 361,855 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: