//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

LAGI: DEMONSTRAN MESIR TEWAS 3 ORANG

KAIRO, KOMPAS.com – Tiga orang tewas dan beberapa lain terluka akibat tembakan dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pemrotes selama demonstrasi yang diikuti sekitar 3.000 orang di sebuah provinsi Mesir barat, Rabu (9/2/2011).

Bentrokan itu terjadi di New Valley, sebuah provinsi yang mencakup oasis di gurun barat Mesir, Selasa (8/2/2011) dan berlanjut hingga Rabu.

Televisi pemerintah mengatakan, tiga orang tewas dalam bentrokan tersebut namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai hal itu.

Tampaknya itu merupakan bentrokan sengit pertama antara polisi dan pemrotes sejak pasukan kepolisian ditarik dari jalan-jalan di Mesir setelah mereka memukuli dan menembakkan gas air mata serta peluru karet pada pemrotes pada 28 Januari, yang kemudian disebut-sebut sebagai “Hari Kemarahan”.

Presiden Hosni Mubarak mengirim pasukan angkatan darat ke jalan pada malam itu, namun kemudian terjadi penjarahan dan pelanggaran hukum selama beberapa hari setelah penarikan polisi dan banyak tahanan kabur dari penjara.

Senin, satu sumber keamanan mengatakan, mantan Menteri Dalam Negeri Mesir Habib el-Adli dihadapkan ke pengadilan militer dan mungkin menghadapi tuntutan menimbulkan kekacauan selama protes.

Bentrokan mematikan itu terjadi setelah Presiden AS Barack Obama menyatakan yakin ada kemajuan di Mesir, setelah Wakil Presiden Omar Suleiman bertemu dengan sejumlah kelompok oposisi dalam upaya meredam pergolakan anti-pemerintah.

“Jelas, Mesir harus merundingkan sebuah jalan dan mereka sedang mencapai kemajuan,” katanya kepada wartawan setelah berpidato di Kamar Dagang AS, Senin.

Minggu, Suleiman — pembantu utama dan mungkin pengganti Presiden Hosni Mubarak — mengundang kelompok-kelompok oposisi untuk membahas pembentukan sebuah panel yang akan memandu reformasi demokratis.

Namun, demonstran tidak terkesan dan berjanji melanjutkan aksi mereka yang sudah berlangsung dua pekan di Lapangan Tahrir, Kairo.

Partai-partai oposisi, yang mencakup kelompok kuat Ikhwanul Muslimin, mengulangi tuntutan mereka bagi pengunduran diri Mubarak atau pendelegasian kekuasaannya segera kepada Suleiman.

Demonstran yang menguasai Lapangan Tahrir di Kairo pusat, yang beberapa diantaranya pendukung Ikhwanul Muslimin tapi sebagian besar pemrotes sekuler yang tidak terikat, tetap bersikeras bahwa Mubarak harus mengundurkan diri segera.

Para aktivis muda pro-demokrasi Mesir yang menuntut pelengseran Mubarak, yang telah berkuasa selama tiga dasawarsa, diilhami oleh pemberontakan yang menggulingkan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali pada Januari.

Ben Ali meninggalkan negaranya pertengahan Januari setelah berkuasa 23 tahun di tengah tuntutan yang meningkat agar ia mengundurkan diri meski ia telah menyatakan tidak akan mengupayakan perpanjangan masa jabatan setelah 2014. Ia dikabarkan berada di Arab Saudi.

Ia dan istrinya serta anggota-anggota lain keluarganya kini menjadi buronan dan Tunisia telah meminta bantuan Interpol untuk menangkap mereka.

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 362,187 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: