//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

SRI MULYANI: I’LL BE BACK

Ruang Diamond 3 di lantai dasar Hotel Nikko, Jakarta Pusat, Kamis (30/9) malam, penuh. Pengunjung bukan sembarang orang. Di sini hadir tokoh-tokoh pejuang demokrasi yang lantang mengkritik kesewenang-wenangan.

Lihat saja, di situ ada budayawan dan pendiri Majalah TEMPO Goenawan Mohamad, selain itu ada Rocky Gerung juga A. Rahman Tolleng, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti, praktisi hukum Todung Mulya Lubis, mantan Pemimpin Redaksi SCTV Rosiana Silalahi yang adalah pendiri Rosi Inc.

Hadir pula Marsillam Simanjuntak yang adalah bekas Jaksa Agung dan Sekretaris Kabinet serta Menteri Kehakiman pada 2000-2001.

Di dinding sebelah kiri dalam ruangan itu terpampang sebuah gambar mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kini berada di Amerika Serikat sebagai Managing Director World Bank (Bank Dunia). Di sebelahnya, dalam satu bingkai, ada tulisan besar http://www.srimulyani.net.

Sosok yang menjadi simbol situs yang didirikan Perhimpunan Pendidikan Demokrasi inilah yang meringankan langkah para tokoh prodemokrasi untuk hadir ke situ. Situs ini disebut adalah media untuk memajukan etika publik. Todung Mulya Lubus mengatakan, Sri Mulyani layak dijadikan ikon etika publik. “Dia tegas menolak kekuasaan, dan membela kepentingan publik dari rongrongan politik keruptif elite kekuasaan,” katanya.

Ketika memimpin Departemen Keuangan, Sri Mulyani terkenal tegas tanpa pandang bulu. Dia menyingkirkan anak buahnya yang korup. Misalnya membersihkan Bea dan Cukai, memburu pengusaha pengemplang pajak yang nilainya lebih seratus triliun rupiah, dan meluruskan etika berbisnis di negeri ini. Untuk kepentingan publik, dia tak mau didikte para pemangku kepentingan politik.

Sejumlah elit politik yang berkolaborasi dengan pebisnis gerah dengan langkah Sri Mulyani. Jangan ditanya jika si elite politik itu adalah juga seorang pebisnis, tentu lebih jengkel lagi. Dimotori Partai Golkar yang dipimpin Aburizal Bakrie, pemilik gurita bisnis Grup Bakrie, sejumlah politisi di Dewan Perwakilan Rakyat menggulirkan perkara Bank Century pada 2009.

Mereka menuding kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengucurkan dana talangan Rp 6,7 triliun untuk menyelamatkan Bank Century telah merugikan negara. Sri Mulyani selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang mengambil keputusan itu pada November 2008 berdasarkan rekomendasi Gubernur BI, Boediono yang kini Wakil Presiden.

Sebenarnya, begitu kasus ini dimunculkan di DPR, sudah terbaca bahwa targetnya adalah Sri Mulyani. Selama kasus ini berjalan, terlihat betul persoalan Century ditimpakan pada diri Sri Mulyani seorang. “Apakah pejabat publik yang tugasnya membuat kebijakan publik, pada saat sudah mengikuti rambu-rambu, dia masih bisa di-victimize oleh sebuah proses politik?” kata Sri Mulyani suatu waktu.

Tak perlu bicara soal hukum, sebab hingga kini perkara ini tak pernah diusut. Ketika Sri Mulyani lebih memilih pinangan Bank Dunia daripada mempertahankan posisinya sebagai Menteri Keuangan, kasus ini pun menjadi senyap.

Tetapi, Sri Mulyani tak menganggap langkahnya itu sebagai kekalahan. “Justru saya menang,” kata dia. “Selama saya tak mengkhianati kebenaran, selama saya tak mengingkari nurani saya, dan selama saya masih bisa menjaga martabat dan harga diri saya, maka di situ saya menang.”

Sikap seperti itulah yang kemudian menempatkannya menjadi ikon etika publik di situs itu. “Mudah-mudahan situs ini bisa menjadi tempat pendidikan politik yang baik, bagaimana etika publik yang baik,” kata Ikrar Nusa Bhakti.

Bahkan menurut dia, Sri Mulyani punya kapasitas dan kapabilitas menjadi Presiden RI 2014. “Sejak pertama bertemu di Salemba, saya sudah membatin, one day, Sri Mulyani will become my leader,” katanya. “Langkah-langkah Sri Mulyani dalam menggalang reformasi cukup mengambil peran, sehingga pantas sebagai Presiden RI mendatang.”

Untuk menuju RI-1 pada 2014, menurut pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, melihat Sri Mulyani akan muncul sebagai calon Presiden pada 2014. Pendapat hampir sama juga disampaikan pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit.

Kendati tak punya kendaraan politik, mereka memperkirakan, bila popularitas Sri Mulyani terus meningkat, kendaraan politik akan mudah didapatkan. Menurut Burhanuddin, jika Sri Mulyani hendak mencalonkan diri pada 2014, dia harus segera pulang.

“Ill be back.” Begitu bunyi salah satu kalimat di situs itu.

Nurlis Effendi

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

2 thoughts on “SRI MULYANI: I’LL BE BACK

  1. Salam kenal,… Tukeran Link ya mas,… link mas udah di blog saya,…. di tunggu ya backlinknya…. Mohon bantuannya ya mas…🙂

    Posted by ferdi | 13 Oktober 2010, 10:41 am
  2. mas mawa tnya . emng bener ya srimulyani tu terlibat kasus korupsi, dan denger2 katanya kenaikan dya jadi mentri keuangan karna dya pengen ngilangin jejaknya sebagai tersangka..?

    o ya salam kenal mas,reza ni.!btw tuker link yo mas, link mas dah saya taro di blog saya..!
    makasih mas sebelum nya.

    Posted by reza | 22 Oktober 2010, 10:49 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 362,187 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: