//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

SABAH, AMBALAT DAN BUNG KARNO

GANYANG MALAYSIA, Itulah kata yang membakar semangat dan darah bangsa Indonesia di zaman Bung Karno tahun 1960an. Bung Karno menganyang Malaysia karena negara itu merupakan musuh ideologi bangsa Indonesia saat itu. Bung Karno sangat ingin Indonesia menjadi Pemimpin negara di Asia, terutama Asia Tenggara. Saat itu Indonesia merupakan negara paling kuat dan terbesar sehingga disebut Saudara Tua. Indonesia memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara bahkan nomor empat di dunia. Tidak salah jika Bung Karno menjadi salah satu pemimpin dunia kala itu. Malaysia hanyalah negara kecil yang masih diasuh tuannya Inggris.

Bung Karno saat itu ingin memasukkan Sabah di Kalimantan Utara sebagai bagian wilayah NKRI karena secara nyata merupakan bagian dari pulau Borneo milik Indonesia. Namun karena adanya berbagai intrik dan pemberontakan di Indonesia saat itu perhatian dan sumber daya Indonesia tidak fokus karena harus menumpas pemberontak yang merupakan antek-antek Inggris dan AS. Kedua negara ini bersaing berebut pengaruh ideologi dengan Uni Soviet dan China di Asia bahkan dunia. Politik memang kejam dan setiap orang memiliki agenda yang berbeda untuk kepentingannya.

Saat ini Indonesia sedang berkonfrontasi dengan Malaysia secara diam-diam dan halus. Malaysia secara pengecut menohok bangsa Indonesia dari belakang di saat kita lengah. Waktu yang dipilih Malaysia yakni pada saat pemerintah lemah. Presiden SBY menghadapi berbagai isu di dalam negeri seperti kasus century, kasus elpiji, kasus lapindo yang tidak mendapat dukungan dari rakyatnya sendiri. Saat itulah Malaysia berani melanggar tapal batas, menganiaya TKI, mencaplok sipadan dan ligitan dan terakhir menganiaya pegawai DKP.

Saya dulu sangat bangga dengan SBY yang terkesan sangat dingin dan tenang, namun akhirnya saya harus kecewa berat jika SBY juga dingin dan tenang menghadapi pelecehan dari negeri jiran tersebut. Sebagai bangsa saya tentu bangga jika punya pimpinan yang menjaga perasaan dan kedaulatan bangsanya diatas kepetingan lainnya termasuk pencitraan diri demi langgengnya jabatan.

Ah…ternyata saya sangat merindukan sosok SOEKARNO hadir kembali memimpin bangsa ini. Adakah seorang BUNG KARNO TERLAHIR KEMBALI?

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Fadel Muhammad mengatakan Malaysia meremehkan Indonesia dengan memperlakukan tiga petugas dari kementeriannya yang ditangkap polisi air Malaysia kurang layak.

“Tiga petugas dari KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) yang ditangkap polisi air Malaysia ditahan di kantor polisi Malaysia, dipakaikan pakaian tahanan, dan pada saat keluar ruangan tangannya diborgol,” kata Fadel Muhammad pada diskusi polemik “Indonesia-Malaysia: Serumpun tapi Tidak Rukun” di Jakarta, Sabtu (21/8/2010).

Menurut dia, perlakuan polisi Malaysia itu meremehkan Indonesia. Apalagi tiga orang tersebut adalah petugas resmi yang ditangkap saat menjalankan tugas, yakni menangkap tujuh nelayan Malaysia yang ketahuan menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia.

Fadel meminta kepada pemerintah untuk bersikap lebih tegas karena kalau terus-menerus seperti ini ia mengkhawatirkan tindakan Malaysia akan semakin meremehkan Indonesia.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Brigjen I Wayan Midhio mengatakan, pejabat di Kementerian Pertahanan bergaul banyak dengan pejabat di Kementerian Pertahanan maupun militer dari Malaysia. “Setahu saya tidak ada pejabat militer Malaysia yang meremehkan Indonesia,” katanya.

Untuk menjaga pertahanan di wilayah perbatasan, kata dia, Kementerian Pertahanan melakukan kerja sama perthanan dengan Malaysia maupun dengan Singapura. Kalau muncul anggapan yang menyebutkan Pemerintah Indonesia lemah, menurut dia, mungkin anggapan tersebut muncul dari masyarakat Indonesia sendiri.

Sebanyak tiga orang petugas dari KKP ditangkap oleh polisi perairan Malaysia setelah menangkap tujuh nalayan Malaysia yang ketahuan menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia.

Tiga orang petugas dari KKP kemudian ditahan di Malaysia dan mereka dibebaskan dengan cara diberter dengan tujuh nelayan Malaysia.

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 362,187 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: