//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

RUHUT, SBY DAN PERILAKU SOEHARTO

SEEKOR KELEDAI TIDAK AKAN TERPEROSOK KE LUBANG YANG SAMA DUA KALI…, Itulah kiasan yang sering digunakan orang agar kita tidak berbuat kesalahan yang sama. Diibaratkan dengan seekor binatang Keledai karena Keledai identik dengan ketidakberdayaan, binatang pesuruh yang sering dilecut tuannya. Alangkah hinanya jika manusia disamakan dengan seekor Keledai, tapi terkadang manusia memang lebih bodoh dari Keledai. Orang Indonesia dikatakan memiliki memory yang pendek. Baru lepas dari cengkeraman otoriter orde baru tahun 1998, sekarang lupa akan segalanya tentang penderitaan di masa rezim orde baru.

Kekuasaan absolut Soeharta dengan Golkarnya dari tahun 1966 – 1998 bagaikan perjalanan panjang yang melelahkan tanpa hasil yang memuaskan. Namun bagaikan dua sisi mata uang rezim orde baru Soeharto tentu sangat berjasa bagi kalangan tertentu, yakni ABRI, Golkar dan kroni-kroninya. Termasuk didalamnya politikus-politikus busuk yang mencari jabatan dan harta dengan cara korup dan KKN. Politikus ini masih berkuasa di era reformasi sekarang namun bermain dengan sangat halus menunggangi jabatan-jabatan yang dipegangnya.

Baru-baru ini kita bagaikan tersentak sengatan listrik 1000 volt atas wacana atau gagasan yang dilontarkan Ruhut Sitompul yaitu Presiden SBY boleh menjabat selama tiga periode dengan cara mengamandemen konstitusi yang membatasi masa jabatan Presiden selama dua periode. Padahal kita semua tahu salah satu tujuan dari reformasi adalah membatasi jabatan Presiden selama dua kali dengan mengamandemen konstitusi kita. Apakah kita harus kembali mengamandemen konstitusi kita kembali ke zaman orba hanya demi SBY dan kroni-kroninya?

Perilaku Ruhut Sitompul memang Ruarr Biasa, selain dia jago acting juga jago berselancar mencari peluang kekuasaan. Kita tentu masih ingat sosok Ruhut yang membela mati-matian Akbar Tanjung yang terjerat kasus korupsi Bulog, bahkan beradi pasang badan. Ruhut sangat mangabdi pada orang yang “memberinya makan” bukan pada kebenaran hakiki ataupun kemanusian. Prinsipnya”Berani mati membela yang bayar”, bukan yang benar. Baginya kebenaran itu ada label rupiahnya bahkan dollar.

Mudah-mudahan kebenaran akan selalu tampak dan menang bagaimanapun susah dan mahal harganya.

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 362,617 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: