//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

SUSNO DUADJI DI TAHAN POLISI

JAKARTA, SENIN – Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Susno Duadji akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus gratifikasi dan sindikasi praktek mafia hukum penanganan kasus Arwana.

Susno diduga menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung yang diantarkan langsung ke rumah Susno oleh Sjahril Djohan.

“Diduga Pak Susno terima Rp 500 juta dari SJ. Katanya yang melihat Syamsul Rizal,” kata kuasa hukum Susno, Henry Yosodiningrat, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/5).

Henry menambahkan Polri terlalu membuat-buat alasan untuk menahan Susno. Keterangan saksi dinilai kuasa hukum Susno, tidak cukup dan masih lemah.

“Keterangan saksi cuma begitu saja. Haposan (Hutagalung) bilang katanya Sjahril (Djohan) uang sudah diserahkan, tapi itu katanya. Kalau alasan mereka bilang sudah cukup bukti, pasal korupsi, terima suap,” katanya.

“Ada tiga keterangan saksi yang sangat prematur dari Sjahril Djohan, Haposan Hutagalung, dan Syamsul Rizal. Haposan mengatakan memberikan uang Rp 500 juta pada pak Susno,” tukasnya lagi.

Dalam kesaksian Sjahril Djohan, kata Henry, Susno Duadji menerima Rp 500 juta dari Haposan Hutagalung, mantan pengacara kasus pajak Gayus Tambunan, yang sudah menjadi tersangka.

Sjahril Djohan mengaku bahwa saat pemberian dana Rp 500 juta, dia melihat Susno Duadji masih mengenakan sarung sambil menggendong cucu. Sjahril, kata Henry, juga melihat ada pria bernama Syamsul Rizal.

Sementara itu, Syamsul Rizal Mokowagao dalam kesaksiannya juga mengaku melihat pemberian uang yang terjadi di rumah Susno itu. Padahal, kata Henry, pada saat ada Syamsul Rizal, tidak ada Sjahril Djohan.
“Waktu ada SJ tidak ada Syamsul. Kayaknya hal ini sudah disetting sedemikian rupa. Dasar penetapan tersangkanya hanya kesaksian saja. Tidak ada buktinya,” tutur Henry.

Selain itu ditegaskan Henry, dua saksi itu juga menyebut Susno masih bersarung dan menggendong cucu ketika menerima dana suap.

“Padahal waktu itu (Susno) sudah berpakaian rapi dan siap menerima tamu,” ucapnya.

“Lagipula nggak mungkin Syamsul Rizal bisa melihat pak Susno. Soalnya kalau di rumah pak Susno itu kan setiap yang datang (ke rumah) nggak bisa langsung ketemu. Mesti lewat ajudan dulu,” tuturnya lagi.

Ditambahkannya, sampai saat ini Susno masih belum menerima surat penahanan yang disodorkan oleh Tim Independen Polri. “Ini merupakan logika yang bodoh, mana mungkin seorang peniup peluit melakukan kesalahan,” timpalnya.

Sejauh ini, Henry mengatakan, Susno menolak untuk menandatangani surat penangkapan. “Kok sesederhana itu,” ujar Henry menirukan ucapan Susno menyatakan alasannya menolak penandatanganan surat penahanan.

tribunnews.com

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

2 thoughts on “SUSNO DUADJI DI TAHAN POLISI

  1. aduh sama-sama polisi berantem..haddehhh

    Posted by livefreez | 26 Mei 2010, 8:34 am
  2. Yang Benar Tetap Benar Walo Salah Kelihatannya !

    Posted by Seno Widihardjo | 30 Juni 2010, 8:34 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 361,981 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: