//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

PILKADA KALSEL BAK POLITIK DAGANG SAPI

DARI sejumlah figur bakal calon Gubernur Kalsel yang kini mencuat di permukaan, sebagian besar merupakan kader eksternal partai politik. Tercatat hanya Rudy Ariffin merupakan kader yang diusung partainya sendiri, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Tak pelak, partai peraih suara di DPRD Kalsel dalam menghadapi Pilkada 2010 mendatang bak bunga desa yang kebanjiran lamaran. Masing-masing figur berjuang ekstra keras bisa menggaet hati masing-masing partai.

Namun lobi-lobi yang dilakukan bukanlah perkara mudah. Pasalnya, keputusan masing-masing partai untuk mengusung calon pada level gubernur diperlukan surat keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Kondisi ini tidak menutup kemungkinan terjadi politik dagang sapi, siapa yang berani bayar mahal dialah yang diusung. Dan si calon, menang atau tidak, bukan lagi menjadi persoalan bagi pengurus partai.

PAN

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN), Rahmat Nopliardy, menegaskan, alotnya penentuan figur yang akan diusung bukan soal tawar-menawar harga.

“Kami di PAN tidak mengenal jual beli perahu. PAN cukup alot dalam menentukan calon karena memilah figur mana yang bisa membawa platform PAN jika terpilih nanti. Selain itu juga terkait dengan pertimbangan koalisi karena suara kita yang hanya sembilan persen,” ujarnya.

Siapapun yang nanti diusung PAN, lanjut mantan anggota DPRD Kalsel periode 2004-2009 ini, keluarga besar PAN harus memenangkan. Partai juga tidak lepas tangan, melainkan menggerakan semua lini mesin politik partai.

“Tapi tentunya untuk menggerakan mesin politik harus pakai bensin. Untuk beli bensinnya nggak mungkin dana dari partai, tentu dana dari si calon. Sebab partai tidak memiliki dana untuk itu, terlebih sudah habis-habisan untuk pemilu lalu,” ujarnya.

PKB

Senada dikatakan Ketua DPW PKB Kalsel, Mulyadi Mangin. Apapun keputusan DPP terkait calon yang diusung untuk pilkada, partainya siap mengamankan dan memenangkan.

“Kami punya mesin politik sampai ke tingkat yang paling bawah. Tapi untuk menggerakannya, tetap perlu dana dan itu konsekuensi dari si calon,” ujarnya.

Wakil Ketua DPD PDIP Kalsel, Muhaimin SH MH, tidak begitu gamblang menyangkut dana. Hal itu dianggap masalah teknis pada waktu kampanye nanti.

“Saya kira menyangkut dana untuk menggerakan mesin politik partai itu masalah teknis saja,” ujarnya.

PKS

Mengajukan kader sendiri, walau hanya sebagai calon wakil gubernur, maka tidak akan terjadi sama sekali transaksi yang biasa disebut politik dagang sapi.

Alasan yang diajukan Ibnu Sina, Ketua Tim Pemenangan PKS Pilkada Kalsel, baik itu pihak Zairullah Azhar sebagai bakal calon gubernur maupun PKS dengan Habib Abu bakar Alhabsyi sebagai bakal calon wakil gubernur yang akan diusung, akan sama-sama all out untuk meraih kemenangan nanti.

Ia menegaskan, tidak ada istilah menjual partai, tapi yang pasti akan menggerakkan mesin PKS. Seluruh kader dan relawan PKS di Kalsel, termasuk juga relawan dari bakal calon gubernur, ditambah PKB yang bergabung dalam koalisi, akan sama-sama dikerahkan, nantinya ditempatkan di tiap TPS. Itu sudah dilakukan saat pemilu lalu.

“Jadi untuk ongkos menggerakkan partai, tidak dibebankan kepada Pak Zairullah saja, tapi ditanggung bersama. Sebabnya, kita sama-sama maju untuk sama-sama menang. Kalau angkanya, tidak etislah kalau disebut,” tegasnya, seraya menambahkan PKS tengah mengadakan penjajakan pula dengan salah satu partai lagi dalam pilkada nanti.

PBR

Setelah Sjachranie Mataja ditetapkan sebagai bakal calon gubernur yang akan diusung PBR, menurut H Muhidin Ketua DPW PBR Kalsel, tengah dirancang langkah kerja yang sistematis demi meraih kemenangan.

“Langkah-langkah yang disusun, di antaranya yang pasti adalah melibatkan seluruh kader PBR sehingga dapat meraih kemenangan. Dan untuk itu, biayanya tanggung renteng. Untuk angkanya, tidak pasti lah, kan bisa banyak, bisa juga sedikit,” ucapnya.

Ia mencontohkan tentang sosialisasi bakal calon gubernur dan bakal calon Walikota Banjarmasin. Nantinya, akan menampilkan dirinya sebagai bakal calon Walikota Banjarmasin berdampingan dengan Sjachranie Mataja sebagai bakal calon gubernur.

“Biayanya, ya itu tadi, jadi tanggung renteng,” sebutnya, seraya menambahkan belum tahu partai lain yang akan digandeng Sjachranie Mataja untuk ikut berkoalisi.

Sementara itu, berdasar perkembangan politik, Sjachranie Mataja tengah melobi PDIP. Tentunya, hal ini untuk memperkuat basis suara sebanyak 15 persen sebagai modal dasar supaya bisa maju dalam pilkada nanti. Diketahui, lima kursi yang diduduki PBR di DPRD Provinsi berarti telah mengantongi sembilan persen. Jadi, tinggal mencari enam persen lagi.

Golkar

Usai hasil survei terkait calon gubernur dalam pilkada, diperkirakan selesai 15 Januari nanti, barulah Partai Golkar menyusun langkah strategis. Utamanya, hasil survei itu kana menentukan si calon yang diusung apakah kader partai sendiri atau menjaring warga terbaik banua.

Jadi, menurut Murhan Effendi, Sekretaris DPD Partai Golkar Kalsel, calon gubernur yang akan diusung tidak sekedar menggunakan partai sebagai perahu politik.

“Tidak ada istilah hanya menggunakan perahu, tapi tentunya berjuang bersama-sama. Dan Partai Golkar tentu akan mengantar ke tahapan-tahapan dalam pilkada itu sendiri. Saya tidak hafal ya tahapan-tahapannya, tapi di antaranya pendaftaran, kampanye dan seterusnya lah,” urainya.

About these ads

Tentang Syafril Djaelani

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak. Saat ini saya tinggal dan berkerja di Banjarmasin juga telah menikah dengan orang Banjar - Kalimantan Selatan. My hobby membaca buku dan menulis sejak dari dulu. Semoga blog ini dapat menyambung tali silaturrahmi diantara kita......Salam Persahabatan...

Diskusi

3 pemikiran pada “PILKADA KALSEL BAK POLITIK DAGANG SAPI

  1. Kampanye abu2 berserakan di daerah.

    Posted by Tukacil | 18 Maret 2010, 7:05 pm
  2. Dalam kunjungan2 ke sana sini banyak mengeluarkan uang negara, khusus incambent.

    Posted by Uang | 19 Maret 2010, 6:07 pm
  3. pilkada jika menang maka yang dilakukan pertama adalah mengembalikan modal waktu kampanye

    Posted by Rahmi | 21 Maret 2010, 4:38 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 218,042 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 738 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: