//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

ANAK POLISI: KAMI SEDIH DI CAP ANAK BUAYA

BATAM, KOMPAS.com – ANAK-anak anggota Polri di Batam merasa terganggu dengan istilah ‘perang cicak dan buaya’, sebagai gambaran perselisihan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri akhir-akhir ini. Mereka menjadi kehilangan kepercayaan diri dengan stigma sebagai ‘anak buaya’.

“Kami benar-benar prihatin. Kami anak-anak polisi menjadi hilang kepercayaan diri karena termakan stigmanisasi sebagai anak buaya,” ucap Birgal Hotmonang Sinaga, Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri wilayah Batam, Rempang dan Galang (Barelang), di Kantor Redaksi Tribun, Senin (2/11).

Sinaga yang ditemani Pauba Nainggolan, Sekretaris KBPPP menuturkan, mereka, termasuk anak-anak mereka, kini banyak mendapat sorotan miring. Baik itu di tempat kerja, di sekolah hingga di tempat umum. Padahal wacana ini diakuinya berawal dari lontaran emosional Kabareskrim Komjen Susno Duadji selaku pribadi.

Namun karena hal itu kemudian berkembang, akhirnya masayarakat menggeneralisir bahwa seluruh anggota Polri dianalogikan sebagai buaya. “Kita tidak enak karena dengan stigma itu semua disamakan. Buaya diidentikkan dengan binatang buas, serakah dan siap menerkam siapa saja,” katanya.

Ia mengaku, sebagai anak polisi ikut merasakan jerih payah dan besarnya tantangan yang dihadapi para orangtua mereka. Namun ketika stigma itu merebak, maka jasa yang diberikan selama ini dalam sekejap hilang sama sekali.

“Bapak-bapak kita selalu berpanas-panas. tantangan di lapangan begitu beasr. Tapi seakan tak ada lagi penghargaan karean stigma buaya. Itu sama halnya dengan stigma yang sempat mengemuka bahwa anggota DPR senang tidur. Maka sebagai anak-anak anggota DPR/DPRD menjadi ikut terimbas dengan cap demikian,” keluhnya lagi.

Sinaga berharap masyarakat Batam bersikap bijaksana. elemen-elemen masyarakat yang ada di Batam dan Krepi pada umumnya, sebaiknya bisa menahan diri apalagi jika harus melakukan tindakan-tindakan destruktif.

“Kita mendengar ada lembaga kemahsiswaan yang menginstruksikan ke seluruh daerah menggelar aksi. Kita merasa prihatin karena sebenarnya harus menahan diri dan bisa menempatkan diri secara proporsional,” katanya.

Terkait keberadaan KPK maupun Polri, mereka menganggap sebagai lembaga yang sama memiliki tugas mengawal negara. Seesuai amanat reformasi, untuk menggulung tindak korupsi, KPK adalah lembaga yang sangat terhormat kedudukannya. Pun dengan Polri. Sebagai alat negara, korp Polri juga memiliki tugas untuk menegakkan supremasi hukum.

“Untuk itulah kita di Batam justru berupaya mensosialisasikan slogan “Saya Cipika”. Itu akronim dari “Saya Cinta Polisi dan KPK”, kata Sinaga lagi.

Dijelaskan, KBPPP merupakan wadah bagi anak-anak anggota Polri di jajaran Poltabes Barelang. Lembaga ini tidak terkait dengan lembaga kemasyarakatan lain seperti FKPPI atau sejenisnya. Anggotanya mencapai ratusan orang. BUAYA LU...

Iklan

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 394,023 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: