//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

ANTARA MANOHARA & AMBALAT

Antara Anyer dan Jakarta itulah judul lagu ciptaan musisi Oddie Agam yang cukup populer di era tahun 90-an yang disuarakan oleh Sheila Madjid penyanyi dari Malaysia pernah menjadi perekat antara 2 bangsa serumpun Indonesia dan Malaysia. Orang Indonesia tidak pernah menpersoalkan darimana asalnya penyanyi dan pencipta lagu tersebut yakni dari Malaysia karena syair lagu itu tentang daerah Indonesia yang cukup indah. Saat ini hubungan Indonesia dan Malaysia ibaratkan kucing dan tikus seperti dalam film kartun TOM & JERRY, kadang mesra terkadang saling serang. Perasaan ini jelas menganggu hati kecil kita, kenapa bangsa serumpun dan mayoritas seagama bisa tidak harmonis lagi. Permasalahan utama dulunya hanya seputar masalah TKI yang bekerja di Malaysia yang mendapat perlakuan kasar dari para majikannya dan istilah indon yang digunakan untuk mengejek TKI tersebut jelas mengusik harga diri bangsa Indonesia. Konotasi kata indon yang berarti pembantu seolah mencap bangsa Indonesia seperti bangsa pembantu padahal kita punya banyak potensi SDA dan jumlah penduduk 10x lipat dibandingkan Malaysia. Istilah Indon yang dicapkan Malaysia mendapat respon dari Indonesia yang mencap bangsa Malaysia sebagai Malingsia karena hobinya mengklaim milik Indonesia seperti lagu rasa sayange dan reog ponorogo ditambah lagi pulau sipadan dan ligitan. Seolah berbesar kepala bangsa Malaysia kembali membuat ulah dengan mengklaim Laut Ambalat sebagai teritorialnya. Disinilah harga diri bangsa indonesia kembali terusik dengan ulah saudara muda tersebut. Sudah besar keinginan rakyat Indonesia agar Malaysia diberi ganjaran keras atas ulahnya tersebut dengan perintah menembak langsung kapal Malaysia atau Perang. Kejadian ini akan menyulut memori bangsa Indonesia akan istilah Ganyang Malaysia yang dicanangkan Presiden Soekarno pada tahun 1960-an. Sepertinya Malaysia tidak menghargai saudara tuanya yang banyak membantu mencerdaskan warganya dengan menjadi guru di Malaysia pada tahun 1970-an. Ulah Malaysia tidak hanya terbatas pada kebijakan pemerintahannya seperti tentang TKI dan Ambalat saja, tapi juga diikuti oleh ulah warganya yang sering melecehkan dan menyiksa warga Indonesia seperti yang terjadi pada gadis cantik Manohara Odelia Pinot yang bersuamikan Pangeran Kelantan Tengku Fakri. Penyiksaan terhadap seorang istri jelas dilarang dalam agama apalagi ada hukum yang berlaku, tapi sepertinya hukum di Malaysia tidak berlaku buat keluarga kerajaan. Seharusnya seorang istri mendapat perlindungan dan kasih dari suaminya karena merupakan tempatnya untuk mendapatkan keturunan secara sah. Apa jadinya jika seorang istri mendapatkan perlakuan kasar padahal darinya dilahirkan keturunan untuk melanjutkan kelangsungan keluarga?? Sepertinya kisah Manohara dan Ambalat akan terus menjadi cerminan bagi kita semua tentang hubungan dua bangsa yang serumpun. Yang pasti kebebasan Manohara dari suaminya tidak akan mempengaruhi ketegasan Indonesia tentang laut Ambalat. Tidak ada barter disitu, enak saja kalau Manohara ditukar sama Ambalat. Ambalat tetap harus menjadi bagi NKRI. Kami Siap berkorban apa saja untuk itu. Jika terjadi perang maka 100 juta rakyat Indonesia siap menjadi tentara dan itu sudah terbukti pada saat perang kemerdekaan RI, dimana rakyat dan tentara saling bahu membahu berjuang demi INDONESIA MERDEKA.
Iklan

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 395,666 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: