//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

PRAJURIT SELALU MATI LEBIH DULU DIBANDINGKAN JENDERALNYA

Disetiap pertempuran prajurit selalu maju terlebih dulu ke medan tempur atas perintah komandannya secari garis komando. Komandan dilapangan biasanya dipegang oleh seorang perwira muda yang baru lulus ujian dari “Perguruan tinggi’ kemiliteran atau AKABRI. Perintah ini turun berjenjang sampai ke tingkat pelaksana atau prajurit jadi sebenarnya tonggak utama itu adalah prajurit yang siap menjalankan perintah tanpa dapat memerintah. Saat ini akan berlangsung pilpres 2009 yang menampilkan 3 kandidat capres-cawapres. Bukan suatu kebetulan jika ketiga kandidat tersebut di isi oleh calon dari militer dengan pangkat paling tinggi yakni Jenderal (TNI) SBY, Jenderal (TNI) Wiranto dan Letjend (TNI) Prabowo yang kesemuanya adalah prajurit mumpuni. Perang bintang itulah istilah pilpres 2009 ini karena kandidatnya bintang 4 dan 3 dari militer. Sudah pasti strategi pemenangan Pilpres ini banyak mengadopsi seni kemiliteran apalagi banyak tim sukses ketiga pasang calon tersebut dari militer juga. Yang pasti seni perang militer akan menyuruh prajuritnya maju duluan menghadapi “musuh” sedangkan sang jenderal hanya menyiapkan strategi dibelakang meja atau bahkan sambil tiduran. Ini sudah terlihat dari perang yang berlangsung antara tim sukses 3 kandidat tersebut di televisi maupun media cetak. Tim SBY yang diwakili Ruhut Sitompul, Tim Wiranto diwakili Fuad Bawazier, Tim Prabowo diwakili Permadi saling serang dengan pelurunya masing-masing. Pertempuran itu sangat seru karena senjata yang digunakan mulai dari senjata ringan sekelas FN, senjata serbu AK sampai Bom. Sehingga pemirsa dengan radius 1 mil ikut merasakan ledakannya dan efeknya membuat limbung alias sakit kepala. Saling serang dalam pertempuran itu hal yang sangat lumrah untuk meraih kemenangan karena itulah tujuan perang yang sebenarnya. Tidak ada yang mau kalah dalam pertempuran apalagi mati konyol, jadi wajar jika semua sumber daya dan senjata digunakan namun tetap ada rambu-rambunya seperti konvensi jenewa yang mengatur perang. Begitu juga dalam pilpres 2009 ini, boleh saja setiap prajurit (tim sukses) mengunakan segala cara agar kandidatnya menang namun ada norma-norma yang harus tetap dihormati seperti tetap dalam persatuan dan kedaulatan NKRI, Sopan dan proporsional dalam segala hal, adu argumentasi tentang program untuk memajukan rakyat, NKRI dan umat manusia. Jangan seperti anak kecil yang baru tahu sesuatu dan merasa dialah yang paling tahu dan paling hebat. Jangan sampai merusak hubungan baik diantara kandidat itu sendiri, cobalah belajar dari persaingan Barack Obama vs Hillary Clinton sampai pertempuran Barack Obama vs John Mc Cain yang kesemuanya happy ending. Tidak ada gejolak di akar rumput atau diantara rakyatnya. Jangan sampai Indonesia disintegrasi gara-gara pilpres yang meruapakan pesta demokrasi ini. Yang namanya pesta tentu harus menghadirkan kesenangan, kemeriahan, kebersamaan bukan malah ketakutan apalagi perang. Selamat Berpesta Demokrasi 2009…..
Iklan

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

One thought on “PRAJURIT SELALU MATI LEBIH DULU DIBANDINGKAN JENDERALNYA

  1. CAPRES DAN CAWAPRES MULAI SALING SERANG

    Hardikan, kecaman, hinaan mulai dilakukan para capres dan cawapres. Tim sukses pun tak mau ketinggalan, mulai melancarkan aksi balasan.

    Mendengar kata demi kata aksi tersebut, hati serasa miris jadinya. mereka saling memburukkan, membingungkan saling serang mempertontonkan pola kampanye yang tidak sehat.

    Sempitnya fikiran tim sukses pemenangan capres dan cawapres tentang strategi dan karakter calon yang diusung semakin terlihat jelas. Mereka tidak menjelaskan kepada publik apa visi dan misi capres dan cawapresnya. Yang terjadi saling serang, saling memburukkan, debat kusir. Semua yang dilakukan justru akan semakin memperparah keadaan.

    Dalam mata khayal, terbayang bagaimana jika budaya saling menyerang ini berimbas ke tingkat bawah. Semua bisa menimbulkan gesekan antar simpatisan calon. Yang kalah akan terjajah, marah, sehingga menimbulkan tawuran antar pendukung.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

    Posted by Blog Watcher | 1 Juni 2009, 8:53 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 394,023 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: