//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

HALLO WAKIL RAKYAT



Banyak orang mempresentasikan dirinya wakil rakyat dengan berbagai jalan yang ditempuh. Ada yang melalui jalur pemilihan, penunjukan ataupun menunjuk diri sendiri. Entah siapa yang diwakili mereka, karena antara yang mewakili dengan yang diwakili tidak saling kenal.Tidak mustahil ketika mereka terpilih duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) maka kebijakan yang mereka hasilkan bukannya memihak melainkan merugikan (KONTRA) )orang yang telah memilih mereka.Disini semakin tidak jelas mereka mewakili kepentingan siapa??

Tidak sedikit juga mereka yang telah duduk di DPR menghasilkan keputusan yang menguntungkan sekelompok orang yang berani “membayar lebih“ untuk satu keputusan yang dihasilkan. Dalam pembahasan suatu UU maka peran uang sangat dominant. Undang-undang yang akan dikeluarkan bisa dipesan sesuai keinginan pemesan dan hanya Undang-undang yang bersinggungan dengan DUIT yang cepat dibahas, jika tidak maka pembahasannya bisa berlarut-larut atau bahkan tidak di bahas sama sekali. Contoh yang paling gress keputusan DPR tentang pengalihfungsian hutan, perubahan UU tentang BI, pelaksanaan tata tertib jamaah haji, pertambangan dan mineral dikelompokkan tempat basah yang paling disukai anggota DPR. Berbeda dengan perundang-undangan yang membahas tentang UKM, anak yatim dan gelandangan sama sekali tidak berminat untuk dibuatkan undang-undang, karena tidak ada duitnya.

Mentalitas anggota DPR yang demikian diperburuk lagi dengan kasus korupsi yang sistemik dilingkungan DPR. Untuk berurusan dengan DPR kalau tidak ada duitnya maka kita harus siap-siap kecewa. Lebih parah lagi tidak sedikit anggota DPR yang tidur saat sidang bahkan tingkat kehadirannya bisa dihitung dengan jari. Tidak jarang mereka hadir ke gedung DPR sekali sebulan saja dan itupun hanya saat ambil gaji. Seharusnya mereka malu terhadap orang yang telah memilih mereka atau setidaknya malu pada diri sendiri.

Pemilu 2009 tinggal beberapa saat lagi, waktunya mengobral janji dan menjual diri kepada pemilih. Calon wakil rakyat dari berbagai parpol berusaha mencari simpati dari rakyat dengan pajangan photo dan iklan di media tv, radio, Koran dan tataruang lainnya. Kini saatnya rakyat harus berfikir keras dan cerdas tentang orang-orang yang akan mewakilinya. Pemilih harus cerdas agar tidak kecewa di kemudian hari….

Sepengal bait lagu Iwan Fals memang cocok untuk mereka:

Wakil rakyat seharusnya merakyat
Jangan tidur waktu sidang tentang rakyat
Wakil rakyat bukan paduan suara
Hanya bisa teriakan kata setuju

Iklan

About syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 394,023 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

%d blogger menyukai ini: