Bentuklah putraku menjadi manusia yang kuat dan mengerti
Bahwa mengetahu dan kenal akan dirinya sendiri
Adalah dasar dari ilmu pengetahuan
Tuhanku, janganlah putraku kau bimbing
Diatas jalan yang mudah dan nyaman
Tapi bimbinglah ia dibawah tempaan dan
Desak kesulitan tantangan hidup
Bimbinglah putraku agar tegak ditengah badai
Dan berbelas kasih kepada mereka yang jatuh
Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhati bening
Dengan cita meninggi langit
manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri
Sebelum ia berhasrat memimpin orang lain
Manusia yang mengapai kegemilangan hari depan
tanpa melupakan masa lampau
Dan setelah itu semua menjadi miliknya
lengkapilah ia dengan rasa humor agar ia berrsungguh-sungguh
Tanpa menganggap dirinya terrlalu serius
Berikan padanya kerendahan hati
kesederhanaan dan keagungan hakiki
keterbukaan pikiran bagi sumber kearifan
Dan kelembutan daari kekuatan sebenarnya
Dan setelah semua itu tercapai
Aku ayahnya berbisik “Hidupku tidak sia-sia”
Bentuklah putraku menjadi manusia yang kuat dan mengerti
Bahwa mengetahu dan kenal akan dirinya sendiri
Adalah dasar dari ilmu pengetahuan
Tuhanku, janganlah putraku kau bimbing
Diatas jalan yang mudah dan nyaman
Tapi bimbinglah ia dibawah tempaan dan
Desak kesulitan tantangan hidup
Bimbinglah putraku agar tegak ditengah badai
Dan berbelas kasih kepada mereka yang jatuh
Bentuklah putraku menjadi manusia yang berhati bening
Dengan cita meninggi langit
manusia yang sanggup memimpin dirinya sendiri
Sebelum ia berhasrat memimpin orang lain
Manusia yang mengapai kegemilangan hari depan
tanpa melupakan masa lampau
Dan setelah itu semua menjadi miliknya
lengkapilah ia dengan rasa humor agar ia berrsungguh-sungguh
Tanpa menganggap dirinya terrlalu serius
Berikan padanya kerendahan hati
kesederhanaan dan keagungan hakiki
keterbukaan pikiran bagi sumber kearifan
Dan kelembutan daari kekuatan sebenarnya
Dan setelah semua itu tercapai
Aku ayahnya berbisik “Hidupku tidak sia-sia”