//3citi3s
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

MAHFUD MD ANGGAP POLITISI PARLENTE KORUPTOR NONKONVENSIONAL

Luar biasa pejabat ataupun anggota DPR RI yang merasa dirinya pintar dan kaya tapi dari hasil korupsi uang negara. Kepintaran mereka hanya berdebat kusir tanpa ada manfaatnya bagi rakyat yang telah memilihnya. Mereka hanya memikirkan duit dan kekuasaan untuk kesenangan mereka sendiri.

Saya kagum dan bangga kepada Pak Mahfud MD yang pernah menjadi dosen saya di Jogyakarta belasan tahun yang lalu. Saya doakan bapak dapat menjalankan tugas dengan baik dan mampu memberantas “para tikus koruptor” di Republik ini. Pesan saya jangan terjebak hedonisme korupsi karena itu perbuatan tercela.

Selamat bertugas Pak Mahfud MD.

Jakarta – Penampilan hedon dan perlente seorang pejabat atau politisi memang bisa dianggap sebagai akar korupsi. Bahkan, perilaku tersebut masuk dalam kategori korupsi nonkonvensional.

Setidaknya itulah pendapat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud Md saat ditanya pendapatnya terkait komentar Ketua KPK Busyro Muqoddas tentang perilaku hedon dan perlente politisi. Mahfud setuju budaya tersebut harus dihilangkan.

“Ya, Busyro betul. Hedonis dan sok parlente itu akar dari korupsi, bahkan menurut teori sudah korupsi meski kategorinya korupsi nonkonvesional,” kata Mahfud kepada detikcom, Jumat (12/11/2011).

Menurut Mahfud, korupsi itu ada dua, yakni konvensional dan nonkonvensional. Korupsi konvensional adalah konsep hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain dengan cara melawan hukum atau merugikan keuangan negara.

“Jadi korupsi konvensional adalah pencurian kekayaan negara berdasar hukum,” terangnya.

Sedangkan korupsi nonkovensional secara hukum tidak korupsi namun watak dan perilakunya korup. Guru besar UII ini memberi contoh, perilaku korup seperti hedonis, sok parlente, sok berkuasa, senang dipuja-puji dan senang dikawal dengan sirine agar terlihat besar.

“Juga senang kalau orang lain sulit menemui dirinya. Itu dalam teori disebut korupsi nonkonvesional,” sambungnya.

Apakah korupsi nonkonvensional bisa dimaafkan? Bagi Mahfud, justru hal tersebut harus dihindari. Sebab orang yang suka korupsi nonkonvensional akan melakukan korupsi konvensional jika ada kesempatan.

“Mereka ini suka mencari-cari peluang untuk korupsi asal yakin tak ketahuan,” tegasnya.

(mad/ahy)

Tentang syafyess

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak. Saat ini saya tinggal dan berkerja di Banjarmasin juga telah menikah dengan orang Banjar - Kalimantan Selatan. My hobby membaca buku dan menulis sejak dari dulu. Semoga blog ini dapat menyambung tali silaturrahmi diantara kita......Salam Persahabatan...

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.