//5T4T3
you're reading...
PATRIOTISME SAYA

PRAJURIT TNI BELUM BERTEMPUR SUDAH GUGUR DULUAN





Sungguh memprihatinkan nasib prajurit TNI kita baik itu Angkatan Darat, laut dan Udara yang gugur sebelum bertempur. Sudah lebih 83 0rang prajurit TNI terbaik dari berbagai kesatuan seperti Kopassus, Kopassanda dan Marinir yang gugur karena kecelakaan Alutista kita yang sudah tua dimakan umur. Belum hilang dari memory kita berita kecelakaan pesawat Hercules yang merenggut nyawa prajurit Kopassus dan keluarganya, kini kita harus kembali kehilangan prajurit terbaik Angkatan Udara kita karena kecelakaan helicopter Puma yang kesemuanya telah berumur +/-30 tahun. Kejadian ini tentu memprihatinkan bangsa Indonesia karena untuk menjadi prajurit TNI apalagi Korp pasukan khusus bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan biaya pendidikan dan latihan yang besar. Alangkah sia-sianya nyawa prajurit kita yang gugur karena kecelakaan alat tempur yang semestinya melindungi nyawa mereka di medan tempur. Keberadaan pesawat, tank waja, helicopter tempur semestinya memberikan rasa aman bagi prajurit yang mengunakannya bukan malah sebaliknya. Jika rasa aman itu tidak ada mengapa harus digunakan karena nyawa prajurit tentu lebih berharga bagi Negara.

Sungguh suatu paradok melihat kelengkapan Alutista TNI dibandingkan tugas yang harus diembannya dalam mempertahankan tanah air tercinta. Bisa dibayangkan jika saat ini Negara kita sedang bertempur melawan musuh sedangkan peralatan tempur kita kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah tua. Bisa jadi TNI akan menjadi bulan-bulanan musuh karena hanya bermodalkan nekad saja. Memang benar dalam setiap pertempuran yang penting itu “The man behind gun” tapi setidaknya kecanggihan Alutista akan mempermudah TNI memenanggi setiap pertempurannya. Mental prajurit TNI memang sudah tak diragukan karena sumpah prajurit dan suri tauladan TNI dimasa lalu.

Di zaman Bung Karno dulunya TNI ditakuti dan disegani Negara-negara di kawasan Asia bahkan China saja sangat salut atas Alutista yang dimiliki TNI waktu itu terutama gugusan kapal tempur kita di laut. Bung Karno sangat menyadari bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan jadi setiap Negara yang ingin meninvasi Indonesia dipastikan melalui laut maka angkatan laut harus kuat mempertahankan kedaulatan di lautan. Dizaman Soeharto kekuatan TNI kita berubah ke angkatan darat karena tidak bisa dipungkiri bahwa Soeharto sendiri adalah Jenderal dari angkatan darat. Hal ini juga membuat Negara-negara tetangga kita takut dan segan kepada TNI karena kemampuan tempurnya sangat terlatih, bahkan Negara Australia memasukkan Indonesia sebagai salah satu Negara yang patut diwaspadai dalam buku putih pertahanannya. Di zaman reformasi ini TNI menjadi bulan-bulanan di dalam dan luar negeri karena kasus HAM. Ini menyebabkan TNI tidak leluasa lagi bertindak dalam setiap kasus pertempuran baik itu di dalam maupun luar negeri. Hal inilah yang sedikit banyak mempengaruhi keterlibatan TNI dalam mengatasi gejolak ataupun pemberontakan. Padahal kalau kita mau jujur mana ada di dunia ini tentara yang tidak terlibat pelanggaran HAM, bahkan tentara Negara AS dan Eropa adalah pelanggar berat HAM apalagi tentara Israel namun tidak ada yang mempersoalkannya. Itulah anehnya???

Alutista TNI adalah suatu kebutuhan penting untuk diremajakan agar kedaulatan Negara kita dapat terjaga. Alangkah malunya bangsa Indonesia jika Negara kecil seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste berani melecehkan kedaulatan dan harga diri bangsa Indonesia. Mereka merupakan Negara kecil yang jumlah penduduknya saja sebanding dengan jumlah penduduk propinsi di Indonesia. Kawan saya orang batak dulu pernah ngomong,”Kalau kita kencingi saja beramai-ramai Singapura itu bisa tenggelam”. Bisa dibayangkan begitu kuatnya kita hanya dengan “mengencingi” saja kita bisa menghilangkan satu Negara karena jumlah penduduk kita 250 juta jiwa. Malaysia saat ini telah berani bermain api dengan Indonesia walaupun kita satu rumpun bangsa Melayu namun kesopanan dan harga diri harus tetap dijaga, apalagi Indonesia adalah saudara tua yang dalam adat Melayu harus dihormati. Jika itu dilanggar maka sebagai saudara tua kita memang wajib “menegurnya” supaya jelas dimana letak kesalahannya. Indonesia bukanlah Negara aggressor yang karena kebesarannya mencaplok Negara lain walau itu mampu kita lakukan karena kita punya penduduk terbesar keempat didunia setelah China, AS, India dan Indonesia. Indonesia mempunyai potensi memiliki angkatan perang yang besar dengan jumlah prajurit 100 juta tentara karena angka penduduk muda yang cukup besar untuk itu.

Mati satu tumbuh seribu, patah tumbuh hilang berganti, rawe-rawe rantas malang-malang pitu itulah semboyan rakyat Indonesia.

About these ads

Tentang Syafril Djaelani

Saya dilahirkan di kota Pekanbaru yang terkenal dengan cuaca panasnya dan daerah paling kaya di Indonesia karena diatas dan dibawah buminya menghasilkan minyak. Saat ini saya tinggal dan berkerja di Banjarmasin juga telah menikah dengan orang Banjar - Kalimantan Selatan. My hobby membaca buku dan menulis sejak dari dulu. Semoga blog ini dapat menyambung tali silaturrahmi diantara kita......Salam Persahabatan...

Diskusi

2 pemikiran pada “PRAJURIT TNI BELUM BERTEMPUR SUDAH GUGUR DULUAN

  1. -Ujung-ujung memang budget
    -Semoga negara kita segera makmur sejahtera sehingga dapat mendukung budget yang sesuai kebutuhan TNI/Polri
    -salam

    Posted by Abdul Cholik | 17 Juni 2009, 7:38 pm
    • budget kita untuk alutista pertahanan memang memprihatinkan namun tidak boleh dijadikan alasan bagi negara lain untuk melanggar batas wilayah kita dan kita wajib menjaga nyawa setiap prajurit kita bagaimanapun sulitnya. salam

      Posted by SYAFYESS | 18 Juni 2009, 11:55 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 217,942 hits

Map MyVisitor

Flags MyVisitors

free counters

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 728 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: